Diduga Melakukan Penipuan, Makelar Proyek Fiktif Dibekuk Polisi

Ilustrasi: Tersangka Pasal Penipuan dan Penggelapan. Akuratnews.com / Rio Wartono AS

Banda Aceh, Akuratnews.com - Seorang makelar proyek fiktif bernama Ridwan Abdullah (51), warga kecamatan Peulimbang kabupaten Bireuen ditangkap Polisi karena melakukan penipuan proyek fiktif kepada salah seorang kontraktot lokal.

Pelaku berhasil meyakinkan dan mengelabui Marwan Efendi, warga kampung Kemili Kecamaran Bebesen kabupaten Aceh Tengah, disebuah warung kopi yang berada di Kuta Alam, Banda Aceh Selasa (4/9/2018).

Pelaku menjanjikan ada beberapa Pekerjaan dengan Penunjukan Langsung (PL) di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh dan pada Dinas Perindag Aceh.

Ridwan Abdullah, di tangkap dikawasan Ingin Jaya kabupaten Aceh Besar, Kamis (5/9/2019) dini hari oleh unit Pidum Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, sesuai dengan surat laporan korban nomor : LP.B/169/IV/YAN.2.5/2019/SPKT, tanggal 4 April 2019, yang dilaporkan langsung oleh korban sendiri.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Reskrim AKP M.Taufik, SIK dalam siaran persnya mengatakan, pelaku menjanjikan pekerjaan kepada korban, yaitu pekerjaan penunjukan langsung dari Rumah Sakit Jiwa dan Disperindag Banda Aceh.

"Kronologis kejadian, pelaku dan korban mengadakan pertemuan di salah satu warung kopi yang ada di Kuta Alam. Setelah terjadi percakapan antara pelaku dan korban, pelaku meminta uang kepada korban sebesar 150 juta Rupiah sebagai uang pengurusan atau pelicin kepada panitia yang menangani proyek tersebut, tetapi proyek tersebut setelah di nanti-nanti tidak kunjung tiba, dan setelah ditelusuri ternyata proyek tersebut fiktif," ujar M.Taufik.

Berdasarkan janji yang tidak pernah ditepati dan hasil penelusuran korban kepada instansi terkait tersebut, akhirnya korban melaporkan tindak pidana penipuan yang menimpa korban kepada Kepolisian Resort Banda Aceh , guna pengusutan lebih lanjut terhadap pelaku.

Polisi telah memanggil dan meminta keterangan kepada saksi-saksi menyangkut perkara penipuan ini.

"Pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dan diancam dengan kurungan selama 4 tahun lamanya, dan ini sebagai pengalaman buat semua masyarakat agar lebih hati-hati di dalam mencari pekerjaan dan jangan mudah percaya," ujar M.Taufik.

Penulis: Chaidir
Editor: Redaksi

Baca Juga