Diduga Tak Beritikad Baik, Perum PFN Bakal Dilaporkan ke Menteri BUMN

AKURATNEWS  - Terkait pembuatan video CSR PLN Peduli di Kompas TV, PT Graha Fastindo Film berencana melaporkan Perum Produksi Film Negara (PFN) kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Direktur Utama PT Graha Fastindo, Hamdhani Koestoro menjelaskan, pelaporan ini dilakukan lamtaran tidak adanya itikad baik dari Perum PFN menyelesaikan kewajiban pembayaran utang mereka sebesar Rp1,16 miliar.

“Sisa utang mereka sebesar Rp1,16 miliar dari total keseluruhan Rp1,48 miliar lebih. Kita telah melayangkan surat tagihan dan somasi kepada direksi PFN untuk segera menyelesaikan kewajiban mereka. Namun tidak pernah mendapatkan tanggapan,” jelas Hamdhani.

Ia menambahkan, Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah mengaku membayar lunas materi pembuatan iklan melalui PFN. Hal ini dibuktikan dengan adanya pengakuan Herry Sofiaji selaku SEVP Keuangan Manajemen Dana dan Resiko Perum PFN.

“PLN sudah membayar lunas kenapa kita tidak dibayar ? imbuh Hamdhani.

PT Graha fastindo melalui kantor hukum Hardi Fardiansyah and Partners telah melayangkan surat somasi kedua kepada PFN. menyusul tidak diindahkannya somasi yang pertama oleh jajaran direksi PFN.

“Jajaran direksi terkesan menghindar menyelesaikan kewajiban mereka. Kita telah membuka diri untuk melakukan pertemuan guna menyelesaikan masalah ini,” lanjut Hamdhani.

Kasus tunggakan pembayaran Perum PFN ini bermula dari dikeluarkannya surat perintah kerja Perum PFN kepada PT Graha Fastindo untuk membuat iklan CSR PLN Peduli sebanyak sembilan epiode. Surat Perintah Kerja tersebut ditandatangi Direktur Keuangan dan SDM Perum PFN pada 2019.

“Dengan tidak adanya kelanjutan pembayaran ini menyebabkan PT Graha Fastindo harus menanggung kerugian yang cukup besar. Mereka janji akan membayar paling lambat 30 hari setelah pekerjaan selesai,” ujar Hamdhani.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga