Dilibatkan Pada Persoalan Proyek, Ini Pengakuan Hendrik Tangke Allo

Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo

Depok, Akuratnews.com - Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo (HTA) mulai angkat bicara soal keterlibatan dirinya dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan dana senilai ratusan juta rupiah yang dilatarbelakangi janji sejumlah paket proyek di pemerintah Kota Depok, Jawa Barat.

Nama HTA mencuat setelah Dian D Kurniawati dan Entin Pratiwi mengeluarkan pernyataan pada awak media tentang adanya tawaran sejumlah proyek oleh seorang aktivis Herry Prasetyo (HP) hingga digelar pertemuan yang melibatkan HTA kaitan proyek.

"Dengan pernyataan yang sudah ada (Pernyataan HP-red) sangat jelas. Jadi kita ikuti saja proses pelaporan yang membawa nama saya," kata HTA saat dihubungi Akuratnews.com, Minggu,(24/3/2019).

Kesempatan itu dirinya juga menunjukan pernyataan tertulis yang dibuat HP. Dalam surat pernyataan berisi tentang penjelasan HP jika HTA tidak ada terkait pada persoalan antara HP dengan pihak Entin.

Kendati begitu, HTA mengaku masih belum mau lakukan upaya hukum atas persoalan yang melibatkan dan merugikan dirinya. "Kita lihat saja nanti," ujar HTA singkat.

Selain soal hutang dan titipan uang, isi pernyataan itu juga tertuang pengakuan oleh HP jika yang tertera dalam kwitansi hanya pencatutan nama dan tidak pernah ada penyerahan dana pada HTA.

Kepada sejumlah wartawan HP juga kembali menegaskan tentang tidak adanya keterkaitan HTA dalam urusan dirinya dengan pihak Entin.

"Saya tegaskan bahwa HTA tidak terlibat dan saya minta maaf telah mencatut namanya dan itu pun sudah dituangkan dalam pernyataan diatas materai," jelas Hersong sapaan HP.

Sebelumnya pada wartawan Entin dan Dian menyatakan telah membuat laporan polisi sejak 26 September 2018 lalu dengan nomor surat STPLP/2589/K/IX/2018/Resta Depok atas dugaan penipuan dan penggelapan dana senilai Rp.200 juta.

Hersong disebut pernah menawarkan sejumlah proyek di Pemkot dengan total nilai Rp.20 miliar. Pada wartawan Dian merasa yakin dengan tawaran tersebut lantaran adanya pertemuan dan dukungan oleh HTA.

Kini perkara dugaan penipuan dan pengelapan itu dikabarkan telah proses gelar perkara. HP pun mengaku telah dipanggil pihak Polresta Depok kaitan perkara itu. Hp juga mengaku hanya menerima dana Rp.100 juta untuk operasional.

Penulis: Eko Ahdayanto
Editor: Redaksi

Baca Juga