Disnaker Kabupaten Bogor: PT Tradewind Indonesia Melanggar Hukum

Bogor, akuratnews.com - Terkait PT Trandewind Indonesia yang mempekerjakan karyawannya dengan cara skorsing, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bogor pun berang atas perlakuan yang tidak manusiawi tersebut.

Kepala Disnaker Kabupaten Bogor Yous Sudrajat mengatakan, bahwa sistem kerja seperti itu telah melanggar perundang-undangan. Lebih dari itu, sistem kerja tersebut dianggapnya sangat tidak manusiawi.

"Standarnya kerja 8 jam, Kok bisa begitu lama. Jelas itu melanggar," jelasnya.

Menurutnya, pemberlakukan sistem kerja tersebut bisa saja diterapkan. Namun, harus terjadi kesepakatan antara para karyawan dan perusahaan yang tertuang dalam kesepakatan perjanjian kerja bersama (PKB).

"Dalam PKB itu juga diatur uang lembur, Jika harus bekerja melebihi jam kerja. Jadi, tidak ada masalah kalau sudah ada PKB," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, sistem pengawasan tenaga kerja saat ini menjadi wewenang pemerintah Provinsi. "Ada bidang Disnaker terkait hubungan tenaga kerja. Jadi pengawasan ada di provinsi," ucapnya kepada akuratnews.com. (15/7).

Karenanya, lanjut Yous, ia berharap sistem pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi dapat memberikan solusi pada nasib buruh tersebut. Sehingga, para buruh dapat memperoleh keadilan.

Untuk diketahui, ratusan Karyawan Garmen PT Tradewind Indonesia yang berlokasi di Desa Karanggan Rt 04/07 Kecamatan Gunung Putri, menggelar demonstrasi untuk menuntut aturan pabrik yang dianggap tidak manusiawi. yang mempekerjakan karyawannya bekerja dari pukul 07:00 hingga 00:00 WIB.

Penentuan waktu kerja sudah keluar jauh dari kata normal itu dianggap mencelakai para karyawan. Dalam tuntutannya karyawan juga menuntut Pimpinan Perusahaan PT Tradewind Mr Kim segera angkat kaki dan mundur dari jabatannya.(Toro).

Penulis:

Baca Juga