Disuspend 18 Bulan, Investor Sebut PT Hanson International Tak Ada Kaitannya Dengan Jiwasraya

AKURATNEWS - Masih disuspend-nya saham perusahaan PT. Hanson International Tbk (MYRX) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dipertanyakan sejumlah investor. Tercatat, sudah 18 bulan saham perusahaan ini kena suspend.

Para investor ini juga sangat berharap agar Kejaksaan Agung (Kejagung) mengembalikan aset perusahaan yang pernah disita. Salah satu investor asing asal Korea Selatan, Choi Hoon meminta pemerintah Indonesia peduli dengan nasib mereka dengan membuka blokir dan suspend.

"Kami sudah invest Rp600 miliar dan sekarang kena suspend. Mohon kepada pemerintah Indonesia, untuk memperhatikan nasib investor asing," kata Choi Hoon dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (20/8).

Senada dengan Choi, salah satu investor PT Hanson, Jean SP Nasution mengatakan, pihaknya juga keberatan terhadap sita aset PT Hanson.

"PT Hanson ini milik publik, dimiliki lebih dari 8.000 investor. Kami tidak mengerti kenapa yang bermasalah Bentjok (Benny Tjokro), kok PT Hanson ikut disuspend. Asetnya ikut disita, kaitannya apa dengan kasus Jiwasraya," ujar Jean.

Investor PT Hanson lainnya, Adianto Indradi berharap OJK segera bersikap dan sesegera mungkin membuka suspend agar para investor bisa menggerakan perekonomian kembali.

"Sampai saat ini OJK belum ada keterangan resmi soal disuspendnya saham PT Hanson. Kita juga sudah lapor ke aplikasi Lapor.go.id, tapi juga belum ada respon," ujar Adianto.

Seperti diketahui, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan potensi delisting saham PT Hanson International Tbk (MYRX). Dalam pengumuman bursa Senin (19/7), BEI mengungkapkan bahwa saham MYRX telah disuspensi selama 18 bulan.

"Masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada tanggal 16 Januari 2022," ungkap BEI dalam pengumuman bursa.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga