Mengembalikan Indonesia Menjadi Indonesia

Gerakan Bakti Cendana Jadi Jembatan Pemerintah Dengan Rakyat

Pengukuhan Bhakti Cendana (GBC) dihadiri Mbak Tutut dan Benny Sadikin (paling kiri). Foto: istimewa.

Jakarta, Akuratnews.com – Gerakan Bhakti Cendana (GBC) menjadi salah satu organ penting tidak saja bagi keluarga Presiden Kedua Indonesia, H. Muhammad Soeharto (Alm) namun juga bagi bangsa Indonesia. Dikukuhkan langsung oleh Putri Pertama Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau 'Mbak Tutut', GBC adalah organ yang didirikan oleh Muhammad Ali Asegaf dan Benny Sadikin, sejak maret 2018 lalu.

Kepada redaksi akuratnews.com, Keduanya, Benny sadikin dan Muhammad Ali Asegaf menuturkan langsung perjuangan GBC yang diawali dengan tagline "Mengembalikan Indonesia menjadi Indonesia", salah satunya adalah dengan membangun kembali ekonomi kerakyatan untuk Indonesia yang lebih baik.

Atas dasar keprihatinan melihat kondisi perekonomian bangsa Indonesia yang kian terpuruk, maka salah satu gagasan yang kini menjadi program GBC adalah mengembalikan kejayaan ekonomi Indonesia berdasar ekonomi kerakyatan seperti era zaman kepemimpinan Soeharto yang sukses melalui swasembada pangan.

"Saya lebih banyak bermain dengan pikiran dan keyakinan untuk mengembalikan kejayaan ekonomi Indonesia seperti di zaman Pak Harto." Ujar Benny Sadikin seusai acara halal bi halal GBC di Jakarta Pusat, Sabtu malam (22/6/2019).

Menurut pria yang didaulat oleh keluarga cendana sebagai Ketua Umum GBC sejak awal mula didirikan ini, keinginan kuat GBC untuk membangun kembali ekonomi kerakyatan dimulai dari visi dan misi untuk membantu masyarakat sampai ekonominya itu terbangun.

"Konsepnya, seperti yang sudah saya ceritakan, bagaimana sebuah terasi yang tanpa iklan, namun kita bisa makan hampir semua terasi ini. Konsep ini yang akan saya bangun mulai dari bawah termasuk usulan-usulan dari Korwil-korwil di daerah yang akan kita bawa ke Cendana." Terang Benny.

Dia mencontohkan, usulan dari daerah seperti Pertanian dari Jawa Timur, peternakan di Jawa Barat, Perikanan ada di Kalimantan, dll, itu nanti yang akan dibangun dengan dukungan penuh keluarga Cendana. Selain itu, ke depannya, GBC juga intens untuk membangun pertambangan di Kalimantan, termasuk membangun industri turunan dari sentra kelapa Sawit seperti Minyak Sawit, Sabun, dll.

Benny mengakui, membangun GBC tak bisa dilepaskan dari dukungan dan suport keluarga Cendana. Sebab organisasi ini memang langsung membawa nama tren keluarga Alm Soeharto, yakni 'Cendana'.

Sementara, Muhammad Ali Asegaf pembina sekaligus pendiri GBC mengatakan, berdasarkan keyakinan dari organisasi yang sudah terbentuk di 34 provinsi se-Indonesia ini, GBC ke depan akan menjadi jembatan bagi rakyat dan pemerintah.

"Kita sudah berikrar, kita akan menjadi jembatan antara govermnt dengan poeple, antara rakyat dengan pemerintah. Jembatan sebagai perlintasan, ketika pemerintah ada suatu hal yang akan di sosialisasikan, itu (dapat) melalui kita. Kita yang akan mensosialisasikan." Terangnya.

Menurut dia, GBC menginginkan tak ada ketimpangan-ketimpangan yang akan terulang lagi.

"kita mau seperti sebagaimana zamannya beliau dulu (zaman Soeharto), sangat wise, semuanya itu ada sosialisasinya, ada pendekatan secara sosiologis, secara historis, secara psycologies, ada humanisnya. Jadi GBC ini saya bisa yakinkan, kita tidak akan berkhianat. Komitmen kita untuk kesejahteraan masyarakat, kita tidak mau membentuk partai yang akhirnya menggunakan masyarakat untuk kepentingan partainya, No..!" Tegasnya.

"Tapi kita mau ada untuk digunakan Masyarakat. Kita tidak mau seperti LSM-LSM yang awalnya tidak mau menjadi partai. Tapi setelah orang (anggota) banyak, ini rakyat digunakan untuk 'ngangkat' kapal (Partai.red). Yang awalnya ini kapal untuk mengangkat rakyatnya, setelah banyak rakyat, nah ini untuk ngangkat kapal. Kita tidak mau seperti itu. Jadi, Insya Allah GBC tidak akan jadi seperti itu," tandas Muhammad Ali Asegaf.

GBC kini menjadi organ penting di 34 provinsi yang diharapkan dapat membawa kembali Indonesia menjadi negara ber-swasembada pangan yang dapat mensejahterakan Masyarakat, sesuai dengan tagline "Mengembalikan Indonesia menjadi Indonesia". Demikian GBC.

Penulis: Hugeng Widodo
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga