Ibu dan Anak Dibunuh di Kupang, Legislator Senayan Ingatkan Hal Ini

AKURATNEWS - Kasus pembunuhan ibu dan anak di Penkase. Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) memicu perhatian dan reaksi keras dari wakil rakyat di Senayan.

Anggota Komisi I DPR, Dave Akbarshah Laksono mengutuk perbuatan biadab dan tidak bisa diterima oleh agama serta kepercayaan mana pun.

“Peristiwa pembunuhan di NTT ini bisa disebut dengan ‘femisida’ yang secara sederhana diartikan sebagai penghilangan nyawa perempuan atau anak perempuan karena dia perempuan atau karena kekerasan berbasis gender. Pembunuhan tersebut menunjukkan kekejian yang luar biasa, baik dari motif, pola pembunuhan hingga dampak pada korban dan keluarganya,” ujar Dave di Gedung DPR Senayan, Jakarta.

Anggota Fraksi Partai Golkar ini meminta kepolisian mengusut tuntas kasus penghilangan nyawa yang termasuk pembunuhan dengan pemberatan dan pembunuhan berencana ini, hingga penjatuhan hukumannya pun setimpal dengan kesalahan pelaku pembunuhan tersebut.

Politisi muda yang juga Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 ini mengingatkan agar penyidik atau pihak-pihak yang berkepentingan tidak melindungi tersangka dengan melakukan tindakan damai untuk menyelesaikan persoalan hukum ini.

“Saya di DPR akan terus memonitor dan mengawasi proses hukum kasus NTT ini sesuai kewenangan dewan yang salah satunya adalah fungsi pengawasan agar tidak terjadi abuse of power dan mencegah terjadinya pelanggaran hak asasi korban dan keluarga yang ditinggalkan,” tegas Dave.

Di kesempatan yang sama, anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Henry Indraguna yang juga Tenaga Ahli Anggota DPR Dave Laksono juga mendukung langkah-langkah penegak hukum untuk mengutamakan supremasi hukum sesuai tempatnya.

“Law enforcement tetap harus menjadi panglima, bagaimana menegakkan keadilan dan kebenaran agar tidak akan muncul lagi kejahatan pembunuhan yang justru dilakukan di lingkungan keluarga terdekat. Asas ultimum remedium agar dijatuhkan dengan hukuman paling berat kepada tersangka dan sebagai penegasan, tidak akan ada upaya damai jika mereka yang berkepentingan mencoba ‘bermain” dalam kasus hukum ini,” terang Henry yang juga Ketua Bidang Hukum PPK Kosgoro 1957 ini.

Diberitakan sebelumnya Wakil Ketua DPRD NTT Dr. Inche Sayuna bersama Chris Mboeik dan Aloisius Maloladi telah mendatangi Kapolda NTT Irjen Pol. Setyo Budiyanto di Mapolda NTT, Senin (10/1) untuk melaporkan dan meminta pimpinan Polri di NTT tidak ‘masuk angin’ dalam memproses kasus pembunuhan ibu dan anak ini.

“Kami sangat menaruh perhatian besar karena menyangkut nyawa manusia. Tingkat kejahatannya sangat tinggi dan ini menyita perhatian publik yang serius. Kami meminta Kapolda untuk mengawal dan mengungkap tuntas kasus ini sampai ke akar-akarnya,” tegas Inche Sayuna.

Dia juga menggarisbawahi maraknya kasus kekerasan yang hampir merata terjadi di NTT, termasuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan seksual, kekerasan yang terjadi di lembaga pendidikan, dan lain-lain.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga