IHSG Berpotensi Rebound, Sektor Komoditi Siap Memimpin

IHSG berpeluang menguat kembali dalam perdagangan hari ini. (Lukman Hqeem).
IHSG berpeluang menguat kembali dalam perdagangan hari ini. (Lukman Hqeem).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bisa menguat kembali meskipun pada perdagangan diawal bulan Oktober kemarin ditutup melemah 0,53% atau 31,95 poin ke level 5.944,6.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG bergerak pada kisaran 5.944,60-5.982,06. Dari 603 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 195 saham menguat, 212 saham melemah, dan 196 saham stagnan. Lima dari sembilan sektor turun dan menekan IHSG pada perdagangan hari ini, didorong sektor industri dasar yang melemah 2,37% dan pertanian yang turun 1,49%. Di sisi lain, empat sektor menguat, dengan dorongan utama dari sektor tambang yang naik 1,35%.

Secara teknikal, jatuhnya IHSG terindikasi dari tren perdagangan yang cenderung bearish. Penurunan lebih lanjut, akan membawa IHSG mendekati level perdagangan rata-rata dalam satu bulan terakhir. Disisi lain, pasar juga mengalami kejenuhan beli. Indikasi kejenuhan ini terlihat dari melemahnya transaksi perdagangan.

Meski dibawah tekanan, peluang konsolidasi IHSG juga terbuka. Gejolak harga komoditas global bisa memberikan dukungan harga untuk bertahan. Sementara masuknya sejumlah dana kepasar bisa mendorong kenaikan lebih lanjut. Penguatan IHSG berpotensi menuju ke kisaran 5.800 - 6.125.

Sejumlah saham yang perlu dicermati antara lain BBNI, BBRI, EXCL, HRUM, INDY, JPFA, LSIP, WSKT, WIKA, ELSA, TRAM, JSMR, TLKM, HMSP, ICBP, WSBP, UNVR, MYOR, HMSP, dan PWON.

Lebih jauh, saham-saham yang bisa diakumulasi untuk beli adalah BUMI, dimana pergerakan harga sahamnya masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat beberapa pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 210 – 216, dengan target harga secara bertahap di level 228, 236, 278, 320 dan 360. Support: 195.

Saham EXCL, harga masih di atas garis bawah Bollinger. Muncul pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi beli. “Akumulasi Beli” pada area level 2770 – 2810, dengan target harga secara bertahap di level 2910, 3220, 3520 dan 3970. Support: 2670 & 2600.

Saham JPFA, dengan pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1975 – 2030, dengan target harga secara bertahap di level 2200, 2330, 2440 dan 2910. Support: 1975 & 1775.

Saham MNCN, harga bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat doji star yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 790 – 810, dengan target harga secara bertahap di level 835 dan 855. Support: 780.

Saham RALS, muncul pola bullish inverted hammer candle, indikasi  potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1280 - 1310, dengan target di level 1340, 1490 dan 1640. Support: 1280 & 1230.

Saham UNVR, harga masih di atas garis tengah dan terlihat pola long white body candle yang mengindikasikan adanya potensi beli. “Akumulasi Beli” pada area level 46000 – 46400, dengan target harga secara bertahap di level 47075, 47625, 50000 dan 51000. Support: 45225. (Lukman Hqeem)

Penulis:

Baca Juga