IHSG Dibuka Melemah 0,85% ke Level 4.418

Jakarta, Akuratnews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,85% ke level 4.418 pada pembukaan perdagangan Rabu (18/3/2020).

Sentimen hari ini datang dari Rating and Investment Information Inc (R&I) yang meningkatkan peringkat utang luar negeri Indonesia menjadi BBB+ dengan outlook stabil (investment grade) pada 17 Maret 2020.

Riset harian MNC Sekuritas mengatakan upgrade tersebut didasarkan atas penilaian R&I tentang kebijakan pemerintah Indonesia yang dinilai dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui strategi yang menjaga defisit fiskal, mempertahankan rasio utang pada tingkat yang rendah, serta menjaga cadangan devisa yang relatif cukup untuk utang luar negeri jangka pendek.

Sementara itu, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Nico Demus mengatakan wabah coronavirus memang dapat menekan perekonomian Indonesia pada 2020 sehingga berpotensi untuk berada di bawah 5%. Namun, R&I menilai bahwa ekonomi Indonesia dapat segera pulih karena kekuatan didukung oleh lingkungan politik yang stabil.

"Tahun 2020 kemungkinan besar deficit anggaran Indonesia akan mengalami kenaikkan di atas target Pemerintah. Namun R&I meyakini bahwa kenaikkan deficit tersebut tidak akan mempengaruhi peringkat kredit," kata Nico, Rabu (18/3).

Adapun sentimen global datang dari White House yang memberikan stimulus untuk melawan pandemi coronavirus sebesar US$1 triliun.

Paket tersebut meliputi insentif sebesar US$500 miliar hingga US$550 miliar dalam bentuk pembayaran langsung kepada masyarakat Amerika atau melalui pemotongan pajak. Kemudian insentif sebesar US$200 miliar hingga US$300 miliar dalam bentuk bantuan bisnis kecil.

Lalu insentif sebesar US$50 miliar hingga US$100 miliar untuk bantuan terhadap bisnis maskapai dan industri. Potensi pembayaran langsung terhadap masyarakat Amerika Serikat akan bernilai sekitar US$250 miliar.

Hal ini yang membuat Dow Jones bergerak mengalami kenaikkan sebanyak 1.049 poin atau naik sebanyak 5,2%. Lalu Indeks S&P 500 naik 6%, dan Nasdaq Composite naik sebanyak 6,23%.

Di saat yang sama, Lembaga pemeringkat Moody’s menyoroti dampak penyebaran virus corona yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Dalam kajiannya Moody’s memaparkan industri yang memiliki eksposure besar atas coronavirus dibagi menjadi tiga, yaitu pertama industri terpapar cukup tinggi. Seperti, pakaian, manufaktur otomotif, supplier otomotif, konsumer, gaming, pariwisata, maskapai penerbangan, ritel bukan makanan dan pengiriman secara global.

Kedua, industri yang terpapar sedang alias moderat. Diantaranya, minuman, kimia manufaktur, media, logam dan tambang, minyak dan gas, properti, agrikultur, perusahaan jasa, produsen baja sampai perusahaan teknologi hardware.

Ketiga adalah perusahaan yang bergerak di industri yang terpapar sangat rendah. Seperti konstruksi, pertahanan, peralatan dan transportasi, rental, pengemasan, farmasi, real estate, ritel makanan, telekomunikasi hingga manajemen sampah.

Penulis: Redaksi

Baca Juga