Inilah Deteksi CePAD, Alat Rapid Test Produksi UNPAD

Bandung, Akuratnews.com - Kabar baik datang dari Jawa Barat. Minggu ini, Universitas Padjajajaran (UNPAD) sudah memulai produksi alat Rapid Test sendiri yang jauh lebih akurat dan jauh lebih murah dibanding produk impor saat ini.

Alat Rapid Test 2.0 yang menggunakan metode deteksi antigen, bukan antibody seperti yang selama ini dipergunakan dinamakan Deteksi CePAD. Nama ini diambil, sesuai semboyan 'Biar cepat asal selamat'.

"Bulan ini produksi 5.000 kit. Juli 10.000 kit dan selanjutnya 50.000 kit per bulan. Keakuratan 80 persen dan sudah hampir setara dengan tes PCR," ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Bandung, Rabu (24/6).

Kenapa antigen dipandang lebih akurat dari antibodi? Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menjelaskan, Rapid Test Antigen, (meski bukan deteksi RNA) memeriksa bagian protein dari virus covid secara langsung.

Sedangkan Rapid Test antibody yang diperiksa adalah adanya respon tubuh terhadap virus, perlu waktu, dan perlu jumlah yang cukup untuk terdeteksi.

"Ibarat deteksi maling, antigen adalah deteksi menangkap tangan maling. sementara antibody adalah deteksi pergerakan satpam mencari maling saat alarm bunyi," ujar Emil.

Emil melanjutkan, di dunia memang sudah ada alat Rapid Test sudah ada yang antigen, tapi jarang digunakan di negara maju yang memiliki ketersediaan PCR yang cukup.

Dan di Indonesia, ketersediaan PCR masih terkendala. Juga di negara berkembang, mereka juga harus Impor rapid test antigen.

"Beruntung di Jabar, ada kampus UNPAD dan produsen yang bisa membuat deteksi antigen dengan bahan baku lokal," pungkas Emil.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga