Investor Bersiap Nantikan Santa’s Rally

Pertemuan China dan Amerika Serikat di Buenos Aires, Argentina,akhir pekan lalu. (Foto SCMP).
Pertemuan China dan Amerika Serikat di Buenos Aires, Argentina,akhir pekan lalu. (Foto SCMP).

Jakarta, Akuratnews.com - Akhir tahun menjelang, lazimnya dikenal sebagai Santa’s Rally di lantai bursa. Pada masa ini, perdagangan akan marak dengan aksi beli yang dilakukan investor ritel. Investor institusi banyak yang mengurangi transaksi, dan memilih liburan. Sepekan terakhir sebelum pergantian tahun adalah puncaknya.

Tahun ini, Santa’s Rally nampaknya datang lebih pagi. Pada perdagangan awal bulan ini saja, Dow Jones sudah mengindikasikan penguatan. Tidak tanggung-tanggung sudah menanjak 500an poin. Sementara Indek S&P 500 dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 49 dan 167 poin.

Asal muasalnya kenaikan ini adalah implikasi pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China, Xi Jinping di Beunos Aires pada akhir pekan kemarin. Mereka membicarakan masalah Perang Dagang antara keduanya. Hasilnya, AS setuju untuk menunda tariff yang sedianya akan dilakukan pada awal tahun depan.

Dalam pernyataan tertulis,  Gedung Putih menyebutkan, AS batal menaikkan bea masuk dari 10% menjadi 25% untuk importasi produk-produk asal China senilai US$ 200 miliar. Sedianya, kenaikan bea masuk ini akan mulai berlaku mulai 1 Januari 2019. Namun kemudian dengan kesepakatan Buenos Aires ini, akan ditunda hingga 90 hari kedepan. Sementara itu, China sepakat untuk lebih banyak membeli produk-produk dari AS mulai dari hasil agrikultur, energi, manufaktur, dan sebagainya.

Washington dan Beijing juga sepakat untuk bernegosiasi seputar transfer teknologi, hak atas kekayaan intelektual, hambatan non-tarif, pencurian siber, dan pertanian. Apabila tidak ada perkembangan yang memuaskan masa gencatan perang ini, maka kedua pihak sepakat bea masuk bagi produk China ke AS akan naik menjadi 25%.

Trump nampak puas dengan hasil kesepakatan ini, dalam perjalanan pulan ke AS, dia menyatakan "Ini adalah kesepakatan yang luar biasa. Apa yang saya lakukan adalah menunda (kenaikan) bea masuk dan China akan membuka diri. China akan membeli banyak produk pertanian dan lainnya. Ini akan memberikan dampak positif yang luar biasa," papar Trump di pesawat Air Force One.

Klaim kemenangan juga dilakukan kubu China. Menurut mereka, kesepakatan ini sebagai sebuah kemenangan. Bahwa perjanjian ini menghindarkan perekonomian global dari dampak friksi kedua negara, demikian dikatakan oleh Wang Yi, Penasihat Negara China. "Kepentingan AS dan China lebih besar ketimbang benturannya. Kerja sama tentu lebih dibutuhkan daripada terus berbenturan," ujar Wang, kepada Reuters. (LH)

Penulis:

Baca Juga