oleh

Isu Didirikan Erick Thohir, Dompet Dhuafa: Itu Tidak Benar

Jakarta, Akuratnews.com – Lembaga nirlaba milik masyarakat, Dompet Dhuafa memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar baru-baru ini. Adalah Farah Ambimanyu, mengatakan di akun blog jurnalis miliknya kalau pendiri Dompet Dhuafa adalah Erick Thohir yang tidak lain merupakan Ketua Tim Kampanye Nasional pemenangan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden tahun 2019.

Dalam blog yang berjudul ‘Mengapa Harus Erick Thohir yang Terpilih?’ tersebut ia menjelaskan, selain memiliki bisnis di berbagai bidang, Erick Thohir juga merupakan pendiri organisasi amal ”Darma Bakti Mahaka Foundation” dan ”Dompet Dhuafa Republika”.

Menyanggah pernyataan itu, Dompet Dhuafa atau yang dulu dikenal dengan Dompet Dhuafa Republika mengatakan, bahwa hal itu tidak benar.

Mendukung klarifikasi tersebut, Pimpinan Harian Umum Republika Parni Hadi mengatakan, Dompet Dhuafa adalah lembaga non profit milik masyarakat, yang independen mengelola donasi dan memberdayakan masyarakat Indonesia, serta menjaga netralitas di dunia politik.

Parni mengatakan, pada 2 Juli 1993, sebuah rubrik di halaman muka Harian Umum Republika dengan tajuk “Dompet Dhuafa” dibuka. Kolom tersebut mengundang pembaca untuk turut andil pada gerakan peduli yang diinisiasi Harian Umum Republika.

“Tanggal ini kemudian ditandai sebagai hari jadi Dompet Dhuafa Republika,” kata Parni dalam keterangan tertulis yang diterima Akuratnews.com, Selasa (11/9/2018).

Selang satu tahun, pembentukan yayasan Dompet Dhuafa Republika pun dilakukan dihadapan Notaris H. Abu Yusuf, SH tanggal 14 September 1994, dan diumumkan dalam Berita Negara RI No. 163/A.YAY.HKM/1996/PNJAKSEL.

Melalui pengesahan Berita Acara Negara tersebut, Parni menegaskan, Yayasan Dompet Dhuafa telah menjadi satu lembaga mandiri dan independen yang tak terikat oleh Harian Umum Republika.

“Karena (Dompet Dhuafa) telah memiliki Badan Hukum yang berbeda,” tegasnya.

Tak hanya sampai disitu, pada tahun 2001, Yayasan Dompet Dhuafa Republika dikukuhkan sebagai Zakat Nasional (LAZNAS) oleh Departemen Agama RI berdasarkan SK Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 439.

Sebagai Inisiator, Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Parni meyakini bahwa Dompet Dhuafa akan terus berkembang. “Berkat kepercayaan publik (Public trust), banyak yang telah dicapai, tetapi lebih banyak lagi yang ingin digapai bersama masyarakat,” tutur dia.

“Capaian Dompet Dhuafa selama ini bukan semata karena kemampuan seorang atau pribadi semata. Melainkan berkat rahmat Allah yang mewujud dalam kepercayaan publik (muzakki dan mustahik) yang berkolaborasi dengan para mitra kerja,” imbuhnya. (Rhm)

Komentar

News Feed