Siapkan Gugatan Class Action

Jadi Korban Janji Palsu, Warga Natura City Serpong Geruduk Manajemen

Bogor, Akuratnews.com - Sekitar seratus warga Perumahan Serpong Natura City, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor menggelar aksi dan mendatangi kantor pemasaran perumahan tersebut.

Kedatangan mereka menggeruduk kantor pemasaran ini bertujuan bertemu dengan direksi developer Serpong Natura City guna mempertanyakan fasilitas umum dan sosial yang dianggap tidak sesuai dengan janji-janji promosi saat awal mereka membeli rumah di perumahan ini.

"Kami menuntut developer membangun fasilitas umum dan sosial yang dijanjikan seperti modern market, sport club, pasar Ah Poong, rumah ibadah, taman kota dan rumah sakit yang sudah dijanjikan dari awal," ujar koordinator Paguyuban Warga Serpong Natura City, Asep Jumarsa di sela kedatangan warga, Jumat (24/7).

Tuntutan ini, sebenarnya sudah dilayangkan sejak 2016 lalu, namun hingga saat ini tak kunjung terealisasikan. Sejak 2014 hingga saat ini, belum satupun fasilitas umum dan fasilitas sosial yang dibangun untuk kepentingan seluruh warga Serpong Natura City.

"Kami ini korban janji-janji palsu developer Natura City," tegas Agus yang juga warga Cluster Akasia di Perumahan Serpong Natura City ini.

Kekecewaan warga semakin bertambah saat beberapa kali wakil dari warga menanyakan ke pihak developer, namun tak memperoleh jawaban yang memuaskan.

"Warga dijanjikan akan dibangun Modern Market yang megah, namun kenyataannya yang dibangun hanya Fresh Market yang sangat kecil, yang lebih layak disebut kios daging. Contoh lain, warga dijanjikan akan dibangunkan Taman Kota yang luas, namun janji itu diingkari dan sekarang lokasi Taman Kota yang luas tersebut berubah menjadi
cluster baru yakni Cluster River Valley, dan sebagai gantinya hanya dibangun Natura Park yang ukurannya sangat kecil dan bisa dikatakan hanya taman bermain anak saja," tegas Asep.

Warga dikatakannya juga menuntut developer membangun rumah ibadah seperti masjid atau paling tidak mushola agar warga muslim tidak terlalu jauh untuk beribadah.

"Sebenernya sesuai planning, lahan untuk masjid sudah ada tetapi tidak dibangun tempat ibadahnya. Kita kalau mau shalat Jumat harus keluar jauh dari perumahan," tegas Asep.

Belum lagi soal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah yang lokasinya berada di depan Cluster Fidelia dan Cluster Gardenia membuat perumahan terkesan kumuh dan baunya sangat menyengat karena dekat dengan pemukiman warga.

"Kita baru tahu kalau sampah dibuang serta dibakar disitu. Dan kalau hujan, baunya menyengat," tandas Asep.

Padahal, lanjutnya, Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL) dipatok developer dengan harga tinggi secara sepihak tanpa dimusyawarahkan dengan warga.

"Kami merasa iuran IPL sangat mahal dengan fasilitas yang sangat minim," tegas Asep lagi.

Menanggapi aksi warga ini, developer Serpong Natura City yang diwakili Aris Setya Budi menyatakan pihaknya siap memediasi tuntutan warga.

"Kami ingin memediasi dengan manajemen dan telah menyiapkan ruangan untuk mediasi," ujar Aris di hadapan warga.

Namun, upaya mediasi ini ditolak warga. Mereka ingin direksi Serpong Natura City yang menemui mereka untuk mediasi dan dialog.

"Kami inginnya bertemu direksi, masa kami mau ditemui oleh HRD, emang kami karyawan sini," tandas Firdaus, warga Serpong Natura City lainnya.

Hingga siang hari, tuntutan warga bertemu direksi tak kunjung direspon manajemen. Menanggapi hal ini, Asep menyatakan jika tuntutan ini tak kunjung direspon, maka warga akan mengajukan gugatan class action.

"Segera dalam waktu dekat akan kami ajukan gugatan class action ke Pengadilan Negeri (PN) Bogor," pungkasnya.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga