Jalan Poros Provinsi Raha-Lakapera Kembali di Blokir, Dua Mobil Tangki Disandera

Dua Unit Mobil Tangki milik Pertamina Yang Melintasj Jalan Raha - Lakapera disandera Frasa Saat akan mendiskusikan BBM
Dua Unit Mobil Tangki milik Pertamina Yang Melintasj Jalan Raha - Lakapera disandera Frasa Saat akan mendiskusikan BBM

AKURATNEWS - Jalan poros provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berada di Kecamatan Kabawo dan Kecamatan Parigi (Jalan Poros Raha - Lakapera) Kabupaten Muna yang jarakannya sekitar 6,5 kilometer dengan kondisi rusak parah, sempat diblokir oleh kelompok masyarakat dikedua Kecamatan itu yang tergabung dalam Forum Aspirasi Masyarakat (Frasa) pada awal bulan Juli 2021 lalu.

Diakhir bulan Agustus 2021, blokir jalan tersebut dibuka atas usaha mediasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna dengan kelompok Frasa, karena jalan tersebut adalah jalan utama penghubung antara Kabupaten Muna dengan Kabupaten Buton Tengah dan Kota Baubau.

Pada bulan September 2021 Jalan provinsi itu mulai dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Sultra melalui pihak ketiga.Kendati demikian jalan itu tidak dikerjakan secara menyeluruh atau hanya sekitar 3 kilometer.

Kini jalan poros provinsi itu kembali diblokir oleh Frasa karena beredarnya surat pembatalan tender proyek pengaspalan jalan poros tersebut yang diduga dilakukan oleh Kepala Dinas (Kadis) Binamarga Provinsi Sultra.

Akibatnya dua unit mobil tangki milik Pertamina yang hendak mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) yang melalui jalan poros provinsi itu, menjadi sasaran Frasa hingga melakukan penyanderaan.

Jendral lapangan Frasa, Pasitoka terkait hal itu kepada wartawan pada Jumat (12/10/2021) mengatakan jika penyanderaan yang dilakukan oleh pihaknya terhadap kedua unit mobil tangki itu adalah buntut dari persoalan jalan yang tendernya dihentikan.

“Kita kembali lakukan pemblokiran dan ada dua unit mobil milik pertamina yang kami sandera," Katanya.

Dikatakannya bahwa yang dilakukan oleh pihaknya adalah berawal dari pembatalan tender proyek jalan yang ada di wilayahnya oleh pemerintah provinsi Sultra.

“Hal itu terjadi karena adanya surat pembatalan tender proyek pengaspalan jalan provinsi diwilayah kami, oleh Kadis Binamarga," Tutupnya.

Sementara itu pihak Pemerintah Provinsi Sultra dalam hal ini Kadis Binamarga terkait pernyataan Jendral Frasa, belum dapat dikonfirmasi.***

Penulis: Zainal Arifin

Baca Juga