Jelang Lebaran LMK Pelari Nusantara Bagikan Kebijakan Royalty

AKURATNEWS.COM-- Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, LMK Pelari Nusantara melakukan Pendistribusian Kebijakan Royalty Musik kepada pemberi kuasa dan ajli waris yang tergabung di LMK Pelari..

Kebijakan Royalty yang dibagikan kepada sekitar 200an lebih pencipta lagu yang tergabung di Pelari Nusantara berjumlah sebesar 350 juta Rupiah. Nama  rFariz RM muncul sebagai penerima royalty terbesar yaitu Rp13.500.000-, kemudian disusul Franky Sahilatua (Rp 11 juta) dan Keenan Nasution (Rp 11 juta).

Ketika ditemui awak mediaKetua LMK Pelari Nusantara Sandec Sahetapy mengaku pembagian royalty ini sebetulnya berangkat dari rasa kemanusiaan, dimana teman teman akan menghadapi Hari Raya Iedul Fitri..

" Jujur saja, sebetulnya kita baru akan dapat royalty itu sekitar November atau Desember akhir tahun ini. Tapi karena melihat teman-teman ini mau berlebaran, jadi ya gimana caranya yang penting ada dulu walaupun tidak banyak. Kasihan mereka kan?," kata Sandec Sahetapy di hotel Jambrut, Kramat, Jakarta Pusat, Rabu (27/4/2022) petang.

Lebih lanjut Sandec menambahkan Tapi, imbuh Sandec Sahetapy, "Jangan dilihat jumlahnya, tapi azaz fairness-nya. Karena kita ingin memanusiakan anggota LMK Pelari, yang notabene para pencipta lagu selama ini kurang mendapatkan perhatian yang pantas," tambah Sandec Sahetapy.

Berikhtiar menempatkan marwah pencipta lagu pada aras yang sepatutnya itulah, Sandec mempercepat pembagian atau pendistribusian royalty musik.

"Saya dianggap racun dan virus oleh semua orang. Karena berlari dengan cepat. Saya hanya berlari dengan cepat, demi kesejahteraan pencipta lagu. Hitam saya bilang hitam, putih saya bilang putih, asal tidak abu-abu, sehingga LMK Pelari Nusantara bisa mendapatkan royalti untuk pertama kali. Sekaligus melakukan kebijaksanaan distribusi, atau royalti yang dipercepat," kata Sandec Sahetapy.

Atas gerak cepat yang dilakukan Sandec Sahetapy, Ketua Dewan Penasehat LMK Pelari Mayor Jenderal TNI Unggul Kawistoro Yudoyono, S.H memberikan salut dan mengapresiasi langkah elok tersebut.

"LMK Pelari Nusantara luar biasa di bawah pak Sandec, yang kita inginkan hampir tercapai, yaitu memperjuangkan hak-hak para pencipta lagu. Yang penting jangan pernah berhenti berkarya. Supaya tidak hilang (rejeki) royalty-nya," kata mantan Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat, itu.

Senada dikatakan penyanyi dan pencipta lagu senior Imaniar, yang juga menjabat sebagai Humas LMK Pelari Nusantara. Menurut kesaksiannya, yang mengaku cukup lama pernah bergabung di LMK lain, atau hampir 30 tahun, langkah yang diambil LMK Pelari Nusantara dalam mendistribusikan royalty musik adalah luar biasa sekali.

"Saya pernah di LMK lain, tapi karena tidak ada kejelasan dalam soal pembagian royalti akhirnya saya mengalihkan (kuasa). Dan sejak bergaul dengan bang Sandec, akhirnya pikiran saya terbuka, karena pada dasarnya hak cipta saya sebagai pencipta lagu, sebenarnya banyak," kata Imaniar sembari menambahkan, kalau di LMK yang lama menurut dia, tidak transparan dan pencipta lagu cenderung dibodohi.

"Kalau di sini keterbukaan itu ada. Hanya orang cerdas dan mau maju yang mau bergabung dengan Pelari Nusantara," imbuh Imaniar.

Sandec Sahetapy mengatakan parameter yang digunakannya dalam menghitung besaran jumlah yang diterima oleh pencipta lagu adalah berdasar besaran jumlah karya cipta lagunya.

Meski menurut dia, untuk pencipta lagu terbanyak, yaitu Fariz RM yang mempunyai karya lagu ciptaan sebanyak 1760 karya, jumlah rupiah yang diberikan masih sangat sedikit. Ke depan LMK Pelari Nusantara akan menggunakan grade system. Sebuah Royalti digital yang tidak bisa dibohongi pembagian hasilnya.

"Tapi sebagai langkah awal, sudah bagus menurut saya, yang paling utama bahkan pencipta lagu yang
mempunyai karya bahkan setelah meninggal, selama 70 tahun, hak cipta masih didapatkan (ahli warisnya)," kata Sandec Sahetapy yang juga berposisi sebagai Pelaksana Harian LMKN.

Segendang sepanarian Tito Sumarsono menjelaskan, azas fairness menjadi kunci dan motor utama LMK Pelari Nusantara.

"Saya mau di LMK Pelari Nusantara, karena transparansi dan lurus-lurus saja. Apa adanya," kata pencipta sejumlah lagu hits, itu.

Fariz RM juga mengaku happy dan terhormat atas apa yang dilakukan LMK Pelari Nusantara.

"Bersyukur atas yang terjadi hari ini. Ini akan menjadi harapan semua pencipta lagu. Bro Sandek gesit dan sungguh cepet. Baru kali ini saya percaya pada LMK yang kita beri hak kuasa," kata Fariz RM setelah menerima hak-nya sebelum membalasnya dengan membawakan dua singlenya, "Hasrat Cinta", dan "Sakura" secara live.

Sayangnya, Budi, ahli waris Pahlawan Nasional pencipta lagu Indonesia Raya, WR Supratman, belum mendapatkan royalti lagu, meski kita tahu, lagu Kebangsaan Indonesia Raya adalah salah satu lagu tersering yang dinyanyikan di Indonesia. "Ke depan akan kita perjuangkan (hak royaltinya)," kata Sandec Sahetapy.

"Dari beliau meninggal sampai sekarang belum pernah pihak ahli waris mendapatkan royalti, bahkan dari negara, karenanya Pelari Nusantara sangat luar biasa dalam memperjuangkan hak anggotanya," kata Budi yang merupakan cucu dari adik WR. Supratman.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga