Jenazah La Amis Ando di Autopsi, Beberapa Organ Tubuh Korban Dibawa ke Laboratorium

Dokter ahli forensik dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, dr.Raja Alfatih Widya Iswara
Dokter ahli forensik dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, dr.Raja Alfatih Widya Iswara

AKURATNEWS - Tim gabungan dokter ahli forensik melakukan autopsi terhadap jenazah La Amis Ando warga Watonea, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna yang meninggal usai diamankan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Muna pada Selasa, 3 Mei 2022.

Proses autopsi dilakukan oleh tim gabungan ahli forensik independen dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, dr Raja Alfatih Widya Iswara, MH (Kes), Sp.FM bersama Biddokes Polda Sutra dan RS Bhayangkara, di kawasan tempat pemakaman umum (TPU) Warangga.

Pelaksanaan autopsi yang digelar pada Sabtu, 7 Mei 2022 pukul 13.00 Wita berjalan selama kurang lebih 5 jam mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.

Sesuai permintaan tim dokter ahli Forensik proses autopsi dilakukan secara tertutup dan hanya disaksikan kerabat korban.

Ketua tim dokter ahli forensik dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, dr.Raja Alfatih Widya Iswara kepada wartawan mengatakan, ada beberapa organ tubuh korban yang diambil untuk dijadikan sampel.

Seperti, hati dan lambung. Selanjutnya, organ tubuh itu akan diuji di laboratorium forensik Makassar.

Ia menjelaskan, untuk memastikan penyebab kematian, organ tubuh korban diperiksa satu persatu.

“Sample yang kita ambil, ada hati , ada lambung yang akan kita kirim ke laboratorium yang ada di Makassar," kata Raja.

Raja kembali menjelaskan, hasil autopsi sekitar dua minggu dan akan diserahkan ke penyidik secara tertulis.

"Hasilnya sekitar dua minggu akan keluar. Nanti tanya ke penyidik langsung terkait hasilnya,” ucapnya.

Sementara ditempat terpisah, La Ode Alfa'an, Ketua LSM Lembaga Pemerintah Hak Asasi Manusia (LEPHAM) Sultra, yang ditunjuk langsung sebagai perwakilan keluarga korban, mengapresiasi upaya Polres Muna dengan melakukan autopsi terhadap jenazah La Amis Ando.

"Ini perlu diapresiasi. Supremasi hukum dan transparansi mesti disampaikan ke publik tanpa pandang bulu atau ada yang ditutup-tutupi dalam pengungkapan misteri kematian Amis Ando" kata Alfa'an saat ditemui dirumah duka, Sabtu 7 Mei 2022.

"Walaupun pihak keluarga menduga ada tindakan kekerasan, tapi kami percayakan sepenuhnya kepada tim dokter ahli forensik untuk mengungkap misteri kematian yang terjadi kepada saudara kami,” sambungnya.

Alfa'an mengungkapkan, dalam proses autopsi tersebut, memang ada hal janggal yang dilihat secara kasat mata pada tubuh almarhum. Tetapi, Ia mengatakan itu semua sudah dicatat oleh dokter ahli forensik.

"Dengan dilakukan autopsi terhadap jenazah almarhum Amis ini, kami pihak keluarga korban berharap hasil autopsi nanti bisa diungkap secara transparan tanpa ada tekanan-tekanan dari pihak manapun. Karena persoalan ini sudah menjadi perhatian klayak ramai" ujar Alfa'an.

Alfa'an menuturkan apa yang disampaikan dokter forensik ke pihak keluarga, ada gejala tapi tak bisa menjelaskan secara detail. Pihak keluarga akan menunggu hasil uji autopsi nantinya.

"Secara panca indera dengan kasat mata kami melihat adanya tindak kekerasan, tapi tetap menunggu hasil final tim forensik," ucapnya.

Alfa'an dengan tegas mengatakan bahwa pihak keluarga akan terus melakukan pengawalan hingga hasil laboratorium keluar.

"Kita akan terus kawal hingga hasil laboratorium keluar" tegasnya.

Dia pun meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan tugas dengan sebaik-baiknya, karena tugas kepolisian adalah tugas yang mulia.

"Tak boleh dianggap sepele. Apalagi kejadian ini diduga meninggal dengan tak wajar," tutupnya.***

Penulis: Zainal Arifin
Editor: Ahyar

Baca Juga