Jim Darwin: Pekerja Proyek Tak Pakai APD, Bisa Dipidana 15 Tahun

Tampak, pekerja proyek rehab di SDN Kupang, Jabon tidak menggunakan APD, padahal terpasang spanduk bergambar dan bertuliskan "Alat Pelindung Diri (APD) Wajib Digunakan di Area Ini". (Foto: dok. Akuratnews.com)

Sidoarjo, Akuratnews.com - Pada setiap proyek pemerintah selalu terpasang spanduk bergambar empat alat pengaman dan tulisan bernada mengingatkan, "Alat Pelindung Diri (APD) Wajib Digunakan di Area Ini". Namun ironisnya, sempat dipergoki seorang pekerja tidak mengenakan APD.

Hal tersebut dijumpai Akuratnews.com saat mendatangi pelaksanaan kegiatan konstruksi, yakni proyek rehab SDN Kupang. Dari informasi, proyek tersebut bernilai Rp500-an juta, berlokasi di Desa Kupang, Jabon, Sidoarjo, Rabu (2/9/2019) lalu.

Pantauan di lokasi, seorang pekerja tampak tidak menggunakan APD sesuai gambar dan tulisan yang tertera di spanduk yang bertujuan untuk memelihara kesehatan dan keselamatan kerja (K3), berupa kacamata khusus (spectacles), helm pengaman (safety helmet), sepatu karet atau boot (safety shoes) dan rompi (vests).

Bahkan, pekerja itu terlihat mengenakan semacam kain di kepala, tanpa kacamata khusus dan rompi di tubuhnya, serta kakinya cuma beralaskan sandal jepit.

Terkesan, pelaksana proyek, CV Eka Mutiara Perkasa mengabaikan aturan yang diwajibkan, karena melakukan pembiaran terhadap pekerjanya itu.

Menanggapi temuan adanya pekerja proyek yang tidak menggunakan APD tersebut, Ketua DPD LSM Gerah Jawa Timur, Jim Darwin menegaskan, pihaknya sangat menyayangkan sikap pelaksana proyek itu yang ditengarai tidak menjalankan tugas berdasarkan aturan berlaku.

Terlebih, di lokasi sudah terpasang spanduk berisi peringatan wajib menggunakan APD.

"Sikap pelaksana proyek itu diduga tidak menaati UU No. 1/1970, pasal 35 UU No. 13/2003, PP No. 50/2012 dan Permen PU No. 05/2014," jelas Jim Darwin kepada Akuratnews.com, Senin (7/10/2019).

Menurut dia, bila terbukti melanggar, yang bersangkutan bakal dikenakan pidana kurungan 1 sampai 15 tahun dan denda Rp100 ribu hingga Rp500 juta. Demikian Jim Darwin. (*)

Penulis: Wachid Yulianto
Editor: Hugeng Widodo

Baca Juga