Jl. Kraton Dibongkar Paksa, Daerah Lain Tidak? Diduga Ada Permainan

Pembongkaran di Jlan Kraton, Surabaya. (foto istimewa).

Surabaya, Akuratnews.com - Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya membongkar paksa rumah warga di Jl. Kraton 1 sampai Jl. Kraton 5, Kelurahan Alon-Alon Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya. Warga dipaksa pindah dan direlokasi ke rumah susun (rusun) Romokalisari.

Namun, Pembongkaran yang disebut warga sebagai pembongkaran semena-mena itu menuai tanda tanya besar, kenapa pembongkaran hanya dilakukan di Jl. Kraton saja, sementara daerah lainnya tidak.

Samsuri warga Jl.Kraton mengatakan kepada wartawan, pembongkaran paksa terjadi hanya di wilayah jalan kraton saja, sementara di daerah lain tidak dibongkar. Warga menduga ada permainan dalam pembongkaran ini.

"Sedangkan di kelurahan Alon-alon Contong, Kecamatan Bubutan, masih banyak bangunan liar atau bangli yang masih berdiri sampai saat ini dan belum di bongkar," kata Samsuri kepada wartawan di Surabaya, Jumat (20/9/2019).

Menurut Samsuri, warga mengaku resah dan mengeluhkan tindakan Camat, Lurah dan oknum Satpol-PP yang memaksa dan menekan warga agar segera pindah ke rusun Romokalisari yang disebut terlalu jauh dari Jl. Kraton.

Sebelumnya warga mengingkan agar di relokasi ke rusun terdekat yaitu rusun Indrapura. Namun sayangnya, rusun tersebut masih belum selesai dibangun.

Menurut Samsuri, prinsipnya warga bukan menolak untuk di relokasi ke rusun Romokalisari, namun bagi warga Kraton, rusun Romokalisari berada di lokasi yang terlalu jauh dengan tempat mereka bekerja atau berjualan.

Warga menginginkan rusun yang lebih dekat dari Jl. Kraton, yakni rusun Indrapura yang dianggap berdekatan dengan tempat mereka mencari nafkah. Namun sayangnya, rusun tersebut masih dalam proses pembangunan. Oleh karena itulah warga menginginkan agar Pemkot Surabaya menunda pembongkaran sampai rusun Indrapura selesai dibangun.

Warga berharap pemerintah mau menunda pembongkaran, namun nyatanya, pembongkaran tetap dilakukan, rumah warga sudah roboh dan hancur. Namun begitu, Warga tetap berharap kepada Wali Kota Surabaya untuk memperhatikan nasib mereka karena manusia harus di manusiakan. Demikian nasib warga Jl. Kraton. (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga