Juara Dunia WBA Super di Usia 40 Tahun

Kandaskan Thurman, Pacquiao Langsung Mudik

Las Vegas, Akuratnews.com  -  Petinju asal Filipina, Manny Pacquiao mengguratkan tinta emas dalam sejarah tinju dengan merebut sabuk juara dunia kelas welter versi WBA Super usai mengkandaskan rekor tak terkalahkan Keith Thurman di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Minggu (21/7).

Kemenangan atas Thurman dipandang ikon tinju Filipina yang kini berdomisili di negeri Paman Sam ini sebagai rencana Tuhan.

Pacquiao hadir di dunia tinju sejak 2001 ketika ia melakukan debut dengan mengalahkan Lehlo Ledwaba untuk mengklaim sabuk juara IBF seberat 122 pound.

Jejak langkah petinju yang akrab disapa Pac Man ini di atas ring mulai mendapatkan sorotan ketika ia merebut kemenangan penting melawan Marco Antonio Barrera, Erik Morales, dan Juan Manuel Marquez.

Sejak itu, kisah perjalanan karier Pacquiao paling laris dipasarkan. Sederet pengalaman suka dan duka di atas ring tinju pernah dirasakan. Petinju tenar seperti Oscar De La Hoya, Ricky Hatton dan Miguel Cotto pernah dikalahkannya.

Tapi karier Pacquiao tidaklah mulus. Dia juga pernah merasakan bagaimana mengalami kekalahan di depan puluhan ribu penonton sewaktu dipermalukan Timothy Bradley Jr (2012), Marquez (2012), Floyd Mayweather Jr (2015) dan Jeff Horn (2017).

Sehingga tak aneh ketika banyak kalangan yang menilai bahwa kualitas fisik Pacquiao sebagai petinju telah berkurang saat ia bertempur dengan Thurman, yang notabene dikenal sebagai petinju tak terkalahkan sebelum pertarungan.

Pacquiao versus Thurman adalah pertarungan menghibur yang serba cepat. Setelah periode penurunan fisik yang berujung pada kekalahannya dari Jeff Horn pada tahun 2017, Pacquiao tampaknya telah tumbuh lebih cepat dan lebih kuat lagi.

Refleks, pukulan tangan, gerak kaki, dan fisiknya tidak terlihat mengalami penurunan. Dan, Pacquiao pada akhirnya mampu menyumpal mulut para pengkritik setelah ia memenangkan pertarungan dengan kemenangan angka 115-112 dan 114-113.

"Saya pikir saya bisa menentukan peringkat ini dengan pertarungan melawan Margarito, De La Hoya, Morales, Marquez, dan Barrera. Kamu melihat malam ini apa yang kita lakukan di atas ring. Lawan saya juga sangat tangguh dan kuat. Ini pertama kalinya saya bertemu seseorang yang bertangan berat seperti Keith Thurman," ujar Pac Man.

Ini pujian yang tinggi dari Pacquiao yang berusia 40 tahun, karena Thurman (29-1, 22 KO) memang memiliki banyak momen dan tidak mudah bagi Pacquiao, meskipun keputusan itu sepenuhnya adil.

Dan saat ini, Pacquiao yang selama ini tinggal di AS sudah berangkat ke Filipina menggunakan jet pribadi bersama keluarga tercinta. Ia tiba di Filipina, Selasa pukul 02.00 waktu Manila.

Seharusnya Pac Man menghadiri pidato kenegaraan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, hari ini, tetapi ia disarankan oleh tim medis untuk tidak segera menggunakan penerbangan setelah pertarungan.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga