Kecelakaan Laut Meningkat, Rumanama Minta Bupati SBT Ambil Langkah Antisipatif

AKURATNEWS - Kabupaten Seram Bagian Timur Maluku, dalam kurung waktu 2 tahun terakhir terjadi kecelakaan laut dan orang hilang kurang lebih 14 kasus. 

Terakhir kejadian naas menimpa 14 orang yang terjadi di laut teor-kesui Seram bagian Timur sekitar jam 16.00 wita, Kemarin.

Akibat kejadian ini Sandri Rumanama (Wakil Ketua DPP PW MOI) Meminta pemerintah daerah setempat untuk lebih berpikir ke arah antisipatif. 

"Ya saya meminta agar pemerintah daerah harus berpikir antisipatif, ditengah mencari solusi untuk pencairan korban saat ini, karena ini bukan yang pertama kali kita mengalami musibah seperti ini dalam 2 tahun terakhir sudah 14 kasus yang sama seperti ini." Tutur Rumanama, Kamis 24 Maret 2022. 

Rumanama menambahkan kasus kecelakaan laut selama kurung waktu terjadi peningkatan. Sejak tahun 2021 sudah mengalami 14 kasus. 

"14 kasus itu diantaranya, di kampung nelayan sesar sudah 4 kali sejak 2021 terakhir pada 24 Desember kemarin, di Gorom suwakul 1 kasus, di Gorom buah 1 kasus,  di watubela ada 3 kasus sejak 2021, dan beberapa kasus yang sama di tempat lain di kawasan kabupaten Seram Bagian timur." Jelasnya

Atas peristiwa ini, Rumanama mengajak semua elemen masyarakat agar bersama mendorong pemerintah daerah membentuk Kantor dan Pos SARS Kab. Seram Bagian Timur

"Saya mengajak semua elemen masyarakat agar bersama mendesak dan ikut berpartisipasi bersama pemerintah agar bisa terealisasi pembentukan Kantor dan Pos SARS di kabupaten ini." Tuturnya

Rumanama juga memastikan akan menggandeng organisasi kemahasiswaan, kepemudaan & kemanusiaan, di kabupaten Seram Bagian Timur dalam pelatih Relawan SARS di bersama mantan direktur Basarnas.***

Penulis: Aristo Waku
Photographer: Ahmad Ahyar

Baca Juga