Keimigrasian Bobol, Apakah Yasonna Masih Bertahan di Kabinet?

Yasonna Laoly
Yasonna Laoly

Jakarta, Akuratnews.com - Harun Masiku nampaknya tengah bersantai saat ini sembari membaca koran dan menyeruput cokelat panas. Bagaimana tidak, atas berbagai isu politik yang terus berseliweran semenjak kasusnya bergulir, pemberitaan tentang tersangka kunci atas kasus suap yang melibatkan partai paling berkuasa saat ini, PDIP dengan KPU tersebut hilang bak ditelan bumi.

Namun, di tengah menurunnya atensi publik terkait kasusnya, syukurnya masih terdapat pihak yang konsisten mengulik sosok misterius tersebut. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) misalnya, menggelar sayembara berhadiah 2 unit iPhone 11 untuk masyarakat yang membagikan informasi mengenai keberadaan Harun Masiku.

Perhatian MAKI tersebut memang sangat berasalan. Pasalnya, begitu aneh bagi publik bahwa Harun Masiku yang telah diketahui berada di dalam negeri justru sampai sekarang belum ditemukan. Tidak hanya itu, kasus yang menderanya juga memiliki implikasi politik yang tinggi karena disebut dapat menyeret petinggi PDIP, seperti Hasto Kristiyanto.

Getirnya, imbas dari kasus Harun Masiku nampaknya tidak hanya menjadi persoalan politik dan penegakan hukum semata, melainkan juga melibatkan persoalan serius lainnya, terutama terkait keamanan negara.

Bagaimana tidak, dalam temuan Tim Gabungan Pemeriksa Perlintasan Keimigrasian untuk Harun Masuki, diungkapkan bahwa sejak tanggal 23 Desember 2019 sampai dengan 10 Januari 2020, terdapat 120.661 data perlintasan orang dari Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang tidak terkirim ke server lokal dan server Pusdakim Ditjen Imigrasi, termasuk di dalamnya data perlintasan Harun Masiku.

Hal tersebut disebut terjadi karena adanya kesalahan konfigurasi ketika melakukan upgrade aplikasi pada 23 Desember 2019 lalu.

Di luar persoalan teknis semacam itu, tidak masuknya data 120 ribu perlintasan orang tersebut tentu saja sangat berbahaya bagi keamanan negara, menimbang pada adanya potensi kriminal bisa saja masuk ke Indonesia.

Atas itu pula, seruan agar Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly selaku pihak yang menaungi Ditjen Imigrasi untuk mundur dari jabatannya kembali mengemuka.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Redaksi

Baca Juga