Kejari Gresik Tetapkan Kadinkes Sebagai Tersangka Dalam Dugaan Kasus Dana Kapitasi

Gresik,akuratnews. Adanya dugaan Korupsi Kolusi dan Nipotisme (KKN) melalui dana Kapitasi Jasa Pelayanan BPJS Kesehatan Kabupaten Gresik sejak 2016, Kejaksaan Negeri Gresik telah menetapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik, Nurul Dholam sebagai tersangka. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Gresik, Pandoe Pramukartika hari Selasa (28/8/2018) pada media saat konfrensi pers.


Pandoe Pramukartika menyampaikan, penetapan atas Kadinkes sebagai tersangka usai dilakukan pemeriksaan terhadal saksi dan keterangan ahli. Namun, setelah ditetapkan sebagai tersangka Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gresik, Nurul Dholam belum dilakukan penahanan.

"Kami menetapkan Nurul Dholam sebagai tersangka kasus dugaan penyimpangan dana kapitasi Jaspel. Sementara tersangka tidak kami tahan,"terang, Kajari Gresik.

Disinggung kenapa belum dilakukan penahanan Kajari Gresik menambahkan, masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan atas status penetapan tersangka.

"Kami akan melayangkan panggilan pertama kepada ND untuk pemeriksaan dengan status tersangka. Namun, jika dalam pemanggilan kesatu, kedua, dan ketiga, ND tak hadir, maka akan dilakukan jemput paksa," tegasnya, pada media.

Masih lanjut Pandoe Pramukartika, kasus dugaan penyimpangan dana kapitasi BPJS Kesehatan tahun 2016 Kabupaten Gresik ini mencuat setelah didapatkan sejumlah Barang Bukti (BB) oleh tim Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri Gresik beberapa waktu lalu. Saat pemeriksaan ditemukan kerugian negara senilai Rp 2,451 miliar akibat penyimpangan dana kapitasi tersebut.

"Kerugian negara mencapai Rp 2,451 miliar dan uang tersebut masuk ke rekening pribadi,"ungkapnya.

Labih jauh Kajari mengatakan, modus tersangka dalam mengeruk keuntungan melalui dana Jaspel BPJS tersebut. Awalnya, pada tahun 2016, Dinkes mendapatkan glontoran dana dari pemerintah melalui program jaminan kesehatan nasional (JKN) BPJS sebesar Rp 45 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar 60 persen digunakan untuk Jaspel di setiap Puskesmas se Kabupaten Gresik. Kemudian, pada tahun 2017, Dinkes kembali mendapatkan kucuran JKN Rp 47 miliar. Sama seperti tahun 2016, 60 persen dana tersebut untuk jaspel.

"Namun, dana jaspel yang masuk Puskesmas itu masing-masing dipotong 10 persen dengan jumlah bervariasi. Hasil potongan itu lalu ditampung di Dinas Kesehatan kemudian dimasukkan ke rekening Tersangka," pungkasnya. (Rif)

Penulis:

Baca Juga