Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Meluas, Bursa Saham Turun

Jakarta, Akuratnews.com - Bursa saham AS ditutup lebih rendah pada Kamis (07/02). Indek Dow Jones bahkan jatuh 390 poin ke titik terendahnya. Para investor fokus pada ketegangan perang dagang AS – China dan menyoroti meluasnya kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global.

Indek Dow ditutup turun 220,77 poin, atau 0,9%, ke 25.169,53, Indek S&P 500 turun 25,56 poin, atau 0,9% ke 2.706,05. Indek Nasdaq turun 86,93 poin, atau 1,2%, ke 7.288,35.

Kegelisahan perang dagang muncul kembali setelah Larry Kudlow mengatakan bahwa masih ada jalan panjang sebelum AS bisa mencapai kesepakatan perdagangan dengan China.

Pembicaraan sebelumnya mencakup "sejumlah besar tanah" tetapi penegakan hukum akan menjadi kunci, katanya.

CNBC juga melaporkan bahwa pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Xi Jinping China tidak mungkin dilakukan sebelum tenggat waktu 1 Maret. Meski demikian, AS kemungkinan akan tetap menaikkan tarif dari 10 menjadi 25% sesuai jadwal.

Data ekonomi yang dirilis dari Uni Eropa menggarisbawahi kekhawatiran bahwa perlambatan pertumbuhan di Cina telah berdampak pada Eropa. Hal ini menambah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global.

Dikabarkan bahwa produksi industri Jerman secara tak terduga turun 0,4% pada bulan Desember dari bulan sebelumnya. Penurunan ini memperkuat kekhawatiran atas kesehatan ekonomi Jerman. Sementara itu, Komisi Eropa memangkas perkiraan pertumbuhan dan memperkirakan bahwa zona euro hanya akan tumbuh 1,3% tahun ini, turun dari perkiraan 1,9% pada November.

Sejumlah investor terus memperhatikan laporan emiten, dengan hasil yang beragam seperti yang disorot adalah saham Chipotle Mexican Grill Inc. dan Twitter Inc.

Sementara itu, Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell, pada Rabu malam, mengatakan bahwa bank sentral perlu mendapatkan kepercayaan publik. Komentar itu muncul setelah Gubernur Bank Sentral menghadapi kritik paska makan malamnya dengan Trump hari Senin. Pasar menilai Gedung Putih mempengaruhi kebijakan The Fed yang tiba-tiba bergeser lebih dovish.

Data ekonomi AS terkini menyebutkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun di pekan yang berakhir 2 Februari sebesar 19.000 menjadi 234.000, di atas ekspektasi para ekonom sebesar 225.000 per jajak pendapat MarketWatch, tetapi mendekati posisi terendah bersejarah.

Koreksi dalam perdagangan hari ini lebih terkait dengan pembicaraan perdagangan AS-Cina. Banyak kekuatan yang mendorong penguatan pasar dalam beberapa minggu terakhir, dimana investor kembali menitik beratkan pada pergeseran sikap the Fed dari hawkish ke netral.

Serta penyesuaian ekspektasi mengikuti gelombang awal laporan laba yang telah berjalan dan investor tampaknya menunggu penggerak besar berikutnya.

Diperkirakan S&P 500 akan bergerak dalam kisaran 2.600 hingga 2.800 dalam waktu dekat dengan peningkatan fluktuasi pasar seiring ketidakpastian atas kemungkinan terjadinya lagi penutupan layanan pemerintah, perundingan perdagangan AS dan isu Brexit.

Penulis: Luqman Haqeem
Editor: Ahmad

Penulis:

Baca Juga