JPU tuntut 10 tahun penjara

Keluarga Korban Berharap Pendeta Hanny Layantara Divonis Sesuai Hukum

Juru bicara korban pencabulan, Eden Bhetania Thenu

Surabaya, Akuratnews.com - Abdurachman Saleh, selaku kuasa hukum Hanny Layantara, yang menjadi terdakwa kasus pencabulan terhadap jemaatnya, merasa janggal dengan tuntutan10 tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jatim.

Dalam tuntutannya JPU Sabetania Paembodan, menuntut terdakwa dengan Undang Undang nomor 35 tahun 2014, juga mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp 100 juta, subsider 6 bulan kurungan.

Menanggapi keberatan dari terdakwa, Eden Bhetania Thenu, selaku juru bicara keluarga korban menyatakan apa yang dilakukan pengacara dalam memberikan pembelaan adalah suatu yang wajar.

"Semua orang mempunyai hak memberikan pembelaan, namun perlu diingat, bahwa perbuatan yang dilakukan terdakwa kepada korban selama 6 tahun, saat itu masih dibawah umur," terang Eden, Kamis (17/9/2020).

Disinggung terkait kurangnya bukti dan saksi seperti diungkapkan kuasa hukum terdakwa, Eden mengatakan korban yang masih dibawah umur dan terdakwa sudah mengakui perbuatannya dihadapan hakim.

"Secara akal sehat, perbuatan asusila yang dilakukan terdakwa kepada korban, mana mungkin ada orang lain pasti hanya berdua. Apalagi korban saat masih dibawah umur dan bahkan diancam," tambahnya.

"Terdakwa mengancam akan membunuh orang tua korban, bila sampai menceritakan kepada siapapun. terkait barang bukti, perbuatan asusila itu dilakukan sejak lama. Namun, yang pasti, terdakwa pernah melakukan empat kali pengakuan, pertama kepada isterinya, keluarga korban, majelis inti dan majelis semua." papar Eden.

Menurut Eden, dengan mundurnya Hotma Sitompul sebagai kuasa hukum terdakwa, memperkuat bahwa yang dilakukan pendeta Gereja Happy Family tersebut salah.

" Ya, karena beliaunya yakin, terdakwa melakukan perbuatan yang tidak terpuji," ungkanya.

Melalui Eden, keluarga korban berharap, majelis Hakim dapat memberikan putusan yang sesuai hukum dan seadil- adilnya.

"Tentunya kami sangat berharap, majelis hakim memberikan putusan sesuai dengan hukum yang ada," tutup Eden.

Penulis:

Baca Juga