Kemenkumham Perkuat Akses Layanan Publik Melalui SIPP

Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Kemenkumham Heni Susila Wardoyo di Yogyakarta,Kwmis,(3/6)
Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Kemenkumham Heni Susila Wardoyo di Yogyakarta,Kwmis,(3/6)

AKURATNEWS.COM- Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia tengah berupaya tingkatkan akses informasi layanan publik melalui pengelolaan Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP).

Hal itu dikemukakan Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Kemenkumham Heni Susila Wardoyo saat sambutannya pada Sosialisasi Pengelolaan SIPP di Kanwil Kemenkumham Yogyakarta pada Kamis (3/6) lalu.

"Pengelolaan pelayanan publik dari hulu ke hilir masih harus terus ditingkatkan. Karena itu tata kelola SIPP masuk dalam target kinerja Kemenkumham tahun 2021", ucap Heni dalam keterangan tertulis yang diterima Akuratnews.com, Sabtu,(5/6).

Mendukung itu, Kemenkumham terbitkan pedoman tentang Pengelolaan SIPP pada 31 Maret 2021 lalu. Tujuanya entri data seluruh satuan kerja di Kemenkuham ke dalam aplikasi SIPP.

“Pada akhir triwulan kedua, kami menargetkan seluruh unit utama, Kanwil, dan UPT sudah rampung mengisi layanan publiknya di SIPP" jelas Heni.

SIPP, yang dapat diakses di laman www.sipp.menpan.go.id, merupakan pusat informasi layanan publik terintegrasi dari seluruh kementerian dan lembaga yang dikembangkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Sejauh ini, kata Heni, laman itu masih dalam tahap pengisian data oleh masing-masing kementerian dan lembaga.

SIPP yang resmi terbentuk sejak tahun lalu diharapkan oleh pemerintah dapat jadi pusat data (database) seluruh pelayanan publik di Indonesia, kata Heni.

Berdasarkan Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 13 Tahun 2017, tujuan SIPP adalah terwujudnya pengawasan dan partisipasi masyarakat yang efektif

Serta terwujudnya keterpaduan informasi pelayanan publik, dan tercegahnya penyalahgunaan kewenangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Situs yang dirilis pada 2020 ini dimaksudkan dapat menjadi database seluruh pelayanan publik di Indonesia dan bisa diakses oleh seluruh masyarakat di seluruh Indonesia.

Menurut Heni, berkembangnya SIPP ini tidak bisa diamanatkan kepada Kementerian PAN-RB semata, melainkan butuh peran serta seluruh kementerian dan lembaga mulai dari pusat hingga daerah di seluruh Indonesia.

"Karena itu, berhasil tidaknya SIPP ada di tangan kita bersama,” jelas Heni.

Karena lanjutnya, dengan adanya SIPP, masyarakat diharapkan dapat mengetahui segala informasi pelayanan publik yang dibutuhkan, mulai dari nama layanan, lokasi, persyaratan, prosedur, hingga biaya.

Sementara itu, Kepala Bagian Layanan Advokasi Hukum (LAH) Kemenkumham Deswati menyatakan bahwa pengelolaan SIPP mempunyai dasar hukum yang kuat.

Diantaranya Undang-undang nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik,

Selanjutnya Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Pelayanan Publik, Permen PAN RB No. 13 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan SIPPN, dan Pedoman Menteri Hukum dan HAM Nomor No.M.HH.07.05 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan SIPPN.

Deswati menekankan kepada para peserta bahwa SIPP adalah bagian dari mewujudkan pengawasan dan partisipasi masyarakat yang efektif, terlebih karena SIPP juga terhubung dengan LAPOR! di dalam aplikasinya.

“SIPP selain dimanfaatkan oleh masyarakat, juga dapat dimanfaatkan oleh pimpinan karena SIPP menampilkan data sebagai dasar pengambilan kebijakan terkait pelayanan publik, melihat persebaran pelayanan publik, dan mengukur kinerja unit penyelenggara pelayanan publik dari jenis layanan yang diinput,” jelas Deswati.

Sebelumnya, pemerintah sudah memiliki aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat, (LAPOR!), yang berjalan sejak 2013.

LAPOR! adalah hilir dari pelayanan publik di Indonesia karena jika masyarakat memiliki pertanyaan, aspirasi, atau pengaduan terkait pelayanan publik, bisa disampaikan melalui aplikasi tersebut.

Penulis:

Baca Juga