Kepatuhan dan Solidaritas Terkait Kasus Corona

Oleh Umaimah Wahid
Dosen Magister Ilmu Komunikasi Universitas budi Luhur

Sejak diumumkan oleh Presiden ditemukannya kasus Virus Corona di Indonesia pada Senin, 3 Maret 2020 bahwa dua warga negera Indonesia (WNI) terjangkit virus corona, kenaikan jumlah masyarakat yang terjangkit meningkat tajam dan setiap hari mempunyai peluang untuk terus bertambah jika penanganan tidak maksimal dan masyarakat belum sepenuhnya mematuhi anjuran keras untuk stay at home (WfH) dan menjaga jarak sosial (social distancing).

Indonesia dan masyarakat dihentakkan dengan munculnya Coronavirus yang mematikan. Pada awal muncul dikenal dengan nama Coronavirus Disease-2019 atau disingkat COVID-19. Mengutip Worldometers, jumlah kasus global per 22 Maret 2020 adalah 308.659. Wabah dan jumlah orang terjangkit setiap hari bertambah. Indonesia sampai hari Minggu 22 Maret 2020 pukul 15.52 WIB terdapat 514 kasus konfirmasi dengan jumlah kematian 48 kasus dan 29 kasus sembuh. Sebanyak 437 kasus berada dalam dalam perawatan. Infeksi Virus Corona COVID-19 di seluruh dunia kini telah mencapai 244.421 kasus, dan ada 86.025 yang telah dinyatakan sembuh berdasarkan peta Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE, Jumat, (20/3/2020).

Virus Corana menguncang kehidupan kemanusiaan dan juga ekonomi. Hampir semua negara melakukan Lockdown atau social distancing untuk menghindari semakin meluasnya virus corana di derita manusia.

Dalam upaya penanggulangan virus ini, tentu membutuhkan kesikapan dan ketegasan pemerintah dari pusat maupun daerah. Pemerintah harus bertanggung jawab terhadap keselamatan, dan pelayanan kesehatan masyarakat, dokter dan para medis, serta masyarakat secara umum. Hal ini dapat menciptakan kepercayaan dari masyarakat bahwa pemerintah ‘hadir’ dan menjaga kepentingan mareka sebagai rakyat Indonesia.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis:

Baca Juga