oleh

Ketua DPD Golkar Depok Diminta Lengser

Depok, Akuratnews.com – Dianggap lakukan korupsi dana saksi untuk tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Depok, dan merupakan figur otoriter dalam kepemimpinan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Golkar Kota Depok, diminta lengser dari jabatanya oleh anggota, kader dan simpatisan Golkar di Depok.

Hampir seribu massa yang terdiri dari anggota, kader dan simpatisan partai berlambang beringin ini lakukan aksi demonstrasi menuntut pucuk pimpinan tertinggi Golkar Depok untuk turun dari jabatanya. Aksi itu digelar di depan kantor DPD Golkar di jalan Boulevard Depok. Senin,(17/9/2018).

“Selain merupakan figur yang tergolong otoriter, dia (Farabi, Ketua DPD Golkar Depok) juga diketahui telah memotong dana saksi untuk tiap TPS,” kata Wakil Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Sukmajaya, Depok, Heri, di bilangan wilayah Sukmajaya, malam tadi.

Menurut Heri, aksi demo tadi dilakukan lantaran mayoritas anggota, kader dan simpatisan partai Golkar Depok tidak ingin miliki pemimpin yang semena-mena dan tidak bersih. “Sebagai pimpinan seharusnya bisa mengayomi para anggotanya. Bukan malah bersikap sebaliknya,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, setidaknya hampir seribu massa yang ikut dari 11 PK. Sedang, perwakilan yang ikut berangkat kelokasi demonstrasi dari PK Sukmajaya, ada sekitar 350 orang.

“Ya tadi ada 11 PK. Dari Sukmajaya kurang lebih ada 350 orang perwakilan anggota yang ikut demo,” jelas Heri.

Penolakan atas kepemimpinan Farabi sebagai Ketua DPD Golkar Depok juga sama diutarakan Wakil Ketua PK Pancoran Mas, Depok, Bambang. “Intinya mana ada yang mau di pimpin figur yang tidak bersih. Itu jelas melenceng dari motto Golkar di tingkat Pusat,” katanya.

Aksi demo tadi, lanjut Bambang, tiap PK membawa setidaknya 50 orang anggota. Tadi dari PK Pancoran Mas, ada 53 orang. Tujuan aksi itu agar bisa segera didengar dan ditindaklanjuti para pimpinan baik ditingkat Provinsi maupun Pusat.

“Masa iya yang di Provinsi dan Pusat tidak merespon suara kami,” harapnya.

Dari informasi yang didapat, di era kepemimpinan Farabi sebagai Ketua DPD Golkar selama kurang lebih dua tahun berjalan ini dinilai kerap lakukan kebijakan yang tergolong otoriter lantaran kerap merombak posisi jabatan pengurus di tingkat PK.

Informasi yang didapat, baru-baru ini juga telah di non aktifkan 4 PK dan dua anggota dewan Depok oleh tingkat DPD Golkar. Kebijakan yang dikeluarkan itu dianggap tanpa aturan dan mekanisme yang jelas dan akhirnya melahirkan aksi demo dan menolak kepemimpinan Farabi sebagai Ketua DPD Golkar Depok. (Eko)

Komentar

News Feed