Khawatir Tak Bisa Ikut Tender, Puluhan Rekanan Ikut Bimtek di Dinas Perkim-CKTR

Tampak, pejabat Dinas PerkimCKTR Sidoarjo dan Balai Jasa Konstruksi IV Surabaya saat pembukaan kegiatan Bimtek Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi di Ballroom Hotel Luminor, Sidoarjo. (Foto: dok. Akuratnews.com)

Sidoarjo, Akuratnews.com - Lima puluhan perusahaan rekanan Pemkab Sidoarjo mengikuti kegiatan bertajuk "Bimtek Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi" yang diselenggarakan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim-CKTR) Sidoarjo di Ballroom Hotel Luminor, Jl Pahlawan, Sidoarjo selama tiga hari, Senin - Rabu (29 - 31/7/2019).

Menurut berbagai sumber yang dihimpun Akuratnews.com, pihak rekanan yang diperbolehkan mengikuti kegiatan tersebut harus memenuhi ketentuan, diantaranya, lulusan SMA/SMK memiliki pengalaman kerja di bidang jasa konstruksi minimal lima tahun dan sarjana berpengalaman kerja serupa minimal satu tahun. Serta, perusahaan jasa konstruksi tempat mereka bekerja sudah berdiri dalam jangka waktu lima tahun.

Alasan pihak rekanan mau mengikuti kegiatan tersebut, karena mereka khawatir tidak bisa mengikuti tender atau pengadaan langsung proyek jasa konstruksi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.

"Pasalnya, bagi peserta Bimtek itu berhak mendapatkan sertifikat K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) konstruksi. Sertifikat ini dibilang jadi persyaratan ikut lelang atau pengadaan langsung. Bila tidak punya, tentu resikonya tidak bisa mengerjakan kegiatan konstruksi, terutama proyek pemerintah," kata salah seorang peserta, Jim Darwin pada Akuratnews.com, Rabu (31/7/2019).

Selentingan info, untuk mengikuti Bimtek tersebut, rekanan dikenakan biaya tanpa kuintansi sebesar Rp3,5 juta. Namun info tersebut belum terverifikasi benar atau tidaknya. **

Penulis: Wachid Yulianto

Baca Juga