Korupsi Dana Honor Auditor Rp 1,7 Miliar, Mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Bojonegoro Diadili

Sidoarjo, Akuratnews.com - Terdakwa mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, Syamsul Hadi mengikuti sidang pertamanya di Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Kamis (11/7/2019).

Sidang yang digelar diruang Cakra tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bojonegoro menyampaikan bahwa, terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi dengan memperkaya diri sendiri me mark up belanja honor auditor Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, untuk pemeriksaan internal tahun anggaran 2015, 2016 dan 2017. Dengan kerugian negara Rp. 1,7 Milyar lebih.

Dalam surat pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Dekri Wahyudi menyatakan, terdakwa Syamsul Hadi didakwa Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20  tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan  Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, untuk hukuman primairnya.

Sementara dalam dakwaan subsidiair terdakwa didakwa dengan Pasal 3 jo Pasal 18 No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai diubah dan ditambah Undang-Undang RI No 20 tahun 2001 tentang perubahan No 31 tahun 1999 pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Terdakwa Selaku Inspektur Kabupaten Bojonegoro telah melakukan penyimpanan mengenai penyusunan anggaran belanja biaya khusus pemeriksaan atau pengawasan pada Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang tidak didukung analisis satuan biaya dan tidak mengacu pada standar biaya  umum dan pembayaran biaya khusus pemeriksaan atau pengawasan yang bertentangan dengan undang-undang," ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dekri Wahyudi saat membacakan surat dakwaanya di Pengadilan Tipikor Surabaya, saat dikutip Akuratnews, Kamis (11/7/2019).

Masih lanjut Dekri Wahyudi menambahkan, selain itu terdakwa telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan telah  menikmati hasil dari perkara korupsi ini.

Sementara atas dakwaan tersebut, terdakwa Syamsul Hadi melalui Penasehat Hukum (PH) nya menyatakan ekspepsi yang sedianya dibacakan pada persidangan satu pekan mendatang.

"Kami ajukan eksepsi yang mulia,"ucap, Bayu Wibisono selaku penasehat hukum terdakwa sembari disambut ketukan palu ketua majelis hakim Dede Suryaman sebagai tanda berakhirnya persidangan.

Untuk diketahui, Kasus korupsi ini diungkap oleh Kejari Bojonegoro dengan menetapkan Syamsul Hadi sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan setelah melalui serangkaian pemeriksaan.

Tidak hanya itu, Aset milik Syamsul Hadi berupa tanah dan bangunan cafe seluas 1300 meter persegi disita oleh penyidik Pidsus Kejari Bojonegoro sebagai jaminan uang pengganti kerugian negara yang dikorupsi. Aset tersebut diduga didapat dari hasil tindak pidana korupsi yang dilakukannya.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Redaksi

Baca Juga