Meski Sepi Pembeli,

Lapak Jualan Hewan Kurban di Abdya Menjamur

Aceh, Akuratnews | Sejumlah pedagang hewan kurban di sembilan kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengaku sepi pembeli. Padahal hari raya Idul Adha 1442 H yang jatuh pada Selasa (20/7) terhitung tinggal sepekan lagi.

Salah seorang penjual hewan kurban di Desa Pante Rakyat Kecamatan Babahrot, Jalaludin Munte, mengungkapkan, penurunan daya beli masyarakat ini sudah terjadi sejak setahun yang lalu. Kondisi ini ditenggarai dampak dari pandemi corona.

Jalal mengaku, biasanya sebulan sebelum lebaran haji ia telah banyak menerima panjer pesanan. Namun kali ini tanda pembelian seperti itu bisa dihitung jari.

"Sepi. Dulu tidak sesepi ini. Kalau pun ada, itu pembeli carinya yang kecil," kata Jalal kepada Akuratnews, Sabtu (10/7).

Jalal berujar, selama pandemi corona harga hewan kurban mengalami peningkatan, menyusul naiknya biaya kebutuhan pakan dan perawatan ternak. Namun demikian ia menilai harga hewan ternak di pasaran khususnya di wilayah Abdya tergolong relatif normal.

Ia menjelaskan, untuk hewan kurban jenis kerbau berbobot standar jika sebelumnya harga pasaran Rp. 15 juta, kini naik paling rendah Rp. 17,5 juta. Sedangkan untuk harga sapi, jika sebelumnya paling rendah Rp. 9 juta, kini menjadi Rp. 13 jutaan.

"Pembeli sekarang kebanyakan pilih kambing karena harganya terjangkau dan bervariasi, mulai dari Rp. 2,5 juta hingga Rp. 4 juta," tandasnya.

Pantauan Akuratnews, meski sepi pembeli, lapak penjualan hewan kurban di sepanjang jalan di wilayah itu makin menjamur. Para penjajak yang umumnya dari kelas menengah ke bawah itu berharap, di balik pandemi corona tetap ada berkah.

Penulis:

Baca Juga