Macron Klarifikasi, Pemerintah Prancis Tak di Belakang Kartun Nabi Muhammad

Paris, Akuratnews.com - Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengklarifikasi terkait dugaan pemerintah Prancis berada di belakang terbitnya karikatur Nabi Muhammad yang akhirnya menyulut kemarahan umat Islam.

Belakangan ini, Prancis menjadi genting setelah penerbitan ulang kartun Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo pada awal September yang mengakibatkan terjadinya serangan, antara lain di gereja di Nice yang menewaskan tiga orang.

Kemudian, serangan yang dilakukan seorang bersenjatakan senapan menembak seorang pendeta Ortodoks ketika hendak menutup gerejanya di kota Lyon, Prancis, kemarin.

Dikabarkan pelaku berhasil ditangkap, namun belum diketahui motif penyerangan pendeta di Lyon itu.

Dalam klarifikasi melalui saluran televisi Al-Jazeera, Macron juga mengatakan, akan menghukum orang di balik terbitnya karikatur Nabi Muhammad tersebut.

"Saya bisa mengerti, banyak yang terkejut akan karikatur itu, tapi saya tidak akan pernah menerima bahwa kekerasan bisa dibenarkan," kata Macron lewat televisi Al-Jazeera yang berbasis di Qatar.

Dia juga berharap, publik dapat memahami posisinya.

"Saya memahami perasaan yang timbul, saya menghormati mereka. Tetapi saya ingin Anda memahami peran yang saya miliki. Peran saya adalah menenangkan segalanya, seperti yang saya lakukan di sini, tetapi pada saat yang sama adalah melindungi hak-hak ini,’’ tambahnya seraya menyebutkan tetap pada aturan negara yang menjamin kebebasan untuk berbicara, menulis, berpikir dan menggambar.

Macron mengecam juga 'distorsi' dari para pemimpin politik atas kartun nabi tersebut, dengan mengatakan orang diarahkan untuk percaya bahwa itu adalah ciptaan negara Prancis.

Macron juga mengecam seruan untuk memboikot barang-barang Prancis, terutama yang didukung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan dianggap oleh beberapa pengecer di negara-negara Muslim, sebagai "tidak layak" dan "tidak dapat diterima".

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga