Sukseskan Pilkada, Pilih 3 ‘Sidoarjo Makmur’

Mas Kelana: Amat Disayangkan, Ketua Ormas Kampanye Berbau Sara!

Sidoarjo, Akuratnews.com - Sungguh memprihatinkan! Takut 'jagoan'-nya 'keok' pada laga pilkada Sidoarjo, 9 Desember 2020 mendatang, ketua pengurus ormas keagamaan ini 'memaksakan kehendak' berkampanye paslon tertentu, berkedok kegiatan rutin ormas.

Terlebih, selain 'memanfaatkan' kegiatan ormas sebagai ajang kampanye paslon tertentu, ketua ormas itu dalam tausiyahnya, juga memojokkan paslon lain yang terkesan 'berbau sara'.

Hal itu sebagaimana terekam via kamera 'handphone' berdurasi 2 menit 45 detik dan sempat viral di media sosial belum lama ini. Tak pelak, masyarakat pun melaporkan kejadian di wilayah Tanggulangin, Sidoarjo tersebut ke Bawaslu setempat.

Nah, setelah menonton tayangan video ketua ormas berkampanye paslon tertentu, berkedok kegiatan rutin ormas, serta menyudutkan paslon lain, termasuk calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo 2020 nomor urut 3, diusung PDI Perjuangan dan PAN, serta didukung enam parpol nonparlemen (Hanura, Perindo, PBB, PKPI, Berkarya dan Gelora Indonesia), juga masyarakat pro-perubahan dari berbagai kalangan, H. Kelana (Mas Kelana) - Dwi Astutik (Bunda Astutik), bagaimana paslonkada berslogan 'Sidoarjo Makmur' ini menyikapinya? Akuratnews.com mengetengahkannya sekilas dalam tulisan seri ke-153 ini.

Dikemukakan Mas kelana, NU adalah ormas keagamaan dan tidak berafiliasi dengan parpol manapun. Karenanya, dia amat menyayangkan perilaku ketua ormas yang berkampanye, berkedok kegiatan rutin ormas itu.

"Ya, kita sangat menyayangkan ketua ormas yang 'memanfaatkan' kegiatan rutin ormas dijadikan ajang kampanye. Apalagi, tausiyahnya tak cuma berisi ajakan memilih paslon tertentu, tapi juga menyudutkan paslon lain, termasuk kita," ucapnya.

Apabila, sambung Mas Kelana, ketua ormas itu berkampanye, seharusnya melepaskan seragam ketua, serta tidak menggunakan kegiatan rutin ormas sebagai sarana kampanye.

"Kita juga NU, tapi kita berupaya berkampanye santun dan damai, tanpa menyudutkan paslon lain. Terlebih, berbau sara!" tandasnya. (Bersambung)

Baca Juga