Waketum Gerindra Sebut Ada Dana untuk Lemahkan KPK

Masinton Enggan Tanggapi Pernyataan Arief Poyuono

Jakarta, Akuratnews.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengungkapkan, bahwa ada dana besar ratusan miliar yang ia sebut berasal dari pemain proyek pemerintahan, BUMN, mafia Migas, dan tambang korup untuk menyukseskan Revisi UU KPK di DPR.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu, mengatakan apa yang dikatakan Poyuono hanya pernyataan sampah. Ia menepis bahwa ada dana yang dikuncurkan sejumlah pihak untuk lancarnya revisi UU KPK.

"Enggak (ada kucuran dana). Jadi enggak mau nanggapi, enggak mau nanggapi tudingan sampah," kata Masinton kepada wartawan, Jumat (13/9/2019).

Masinton mengaku dirinya sudah kenal lama dan tahu setiap kelakuan yang dilakukan Poyuono. Menurutnya pernyataan Poyuono selama ini tidak pernah terbukti.

"Gini saya sudah kenal lama dengan Arief Poyuono. Sejak kapan informasinya benar. Sejak kapan informasi dari dia itu ada yang benar. Itu kan cuma informasi sampah semua," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Poyuono kembali memberikan pernyataan kontroversial terkait dengan Revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK).

Kali ini Poyuono mengungkapkan, bahwa ada dana besar ratusan miliar yang ia sebut berasal dari pemain proyek pemerintahan, BUMN, mafia Migas, dan tambang korup untuk menyukseskan Revisi UU KPK di DPR.

"Dana tersebut dialirkan kepada oknum-oknum anggota DPR RI di Senayan serta oknum pejabat eksekutif, para pakar hukum pro pelemahan KPK yang bersama sama menyusun revisi UU KPK yang tujuannya akan melemahkan pemberantasan korupsi oleh KPK," kata Poyuono dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Kamis (12/9/2019).

Tak hanya itu, bahkan Poyuono menduga dana tersebut dipakai juga untuk menggelar aksi bayaran guna seolah-olah aksi ini mendukung adanya Revisi UU KPK.

Penulis: Fajar
Editor: Redaksi

Baca Juga