Musda KNPI Bekasi Ricuh dan Potensi Klaster Baru Covid-19, Walikota Layak Tanggungjawab

Bekasi, Akuratnews.com - Musyawarah Daerah (Musda) Kongres Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bekasi yang digelar Rabu (23/12) lalu berujung ricuh.

Dalam video yang sempat viral ini, sejumlah peserta Musda KNPI terlihat saling dorong hingga melempar kursi.

Hal ini pun mendapat perhatian khusus anggota DPP KNPI Pusat yang juga praktisi hukum, R. Machrio Achmad Nurhatta, S.H.,M.H.

"Kota Bekasi melarang keramaian lebih dari lima orang, Pemkot Bekasi seharusnya tidak mengizinkan acara yang mengundang massa seperti itu karena sesuai aturan harus ada izin dari Satgas Penanganan Covid-19. Pihak yang paling bertanggung jawab di sini adalah Walikota Bekasi dan penyelenggara acara. Penegak hukum harusnya mengusut tindakan-tindakan semacam ini agar tercapai efek jera", ujar pria yang akrab disapa Machi Achmad ini, Kamis (24/12)

“Apalagi sampai terjadi kericuhan karena Indonesia negara hukum dan tindakan barbar semacam itu harus ditindak tegas,” tandas Machi.

Ia pun menduga ada pelanggaran hukum terkait kericuhan tersebut. Tak hanya itu, ia juga memprediksi, Musda KNPI Kota Bekasi bakal menjadi klaster baru Covid-19 karena ada sembilan orang peserta yang reaktif pada saat acara ini dibuka.

“Saya menilai Walikota Bekasi diduga melanggar UU No 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Saya mendesak Kapolda Metro Jaya memanggil dan memeriksa Walikota Bekasi dan jangan tebang pilih jika dibandingkan dengan Gubernur DKI yang diperiksa. Ini yang jelas-jelas terjadi kericuhan karena diduga mengizinkan demi menegakkan hukum dan aturan,” tegas Machi.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga