Pemkot Depok Dinilai Gagal Laksanakan Predikat Kota Layak Anak

Giat perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat di Rusunawa Tapos Depok oleh DPAPMK Depok Februari 2019

Akuratnews.com- Kasus pencabulan anak-anak oleh seorang pria di Kecamatan Sukmajaya Depok hingga berdampak trauma, depresi korbannya cuatkan penilaian minus pada  kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Aris Merdeka Sirait nilai pihak Pemkot Depok gagal sebagai Kota Layak Anak (KLA).

"Ini sebenarnya tidak berlebihan kalau saya mengatakan bahwa ini gagalnya Pemerintah Kota Depok untuk melaksanakan (predikat) Kota Layak Anak", kata Arist, kepada wartawan, Selasa, (13/4).

Menurut Arist, Pemerintah Kota Depok semestinya membangun kesadaran kepada warga di permukiman tersebut agar waspada terhadap keselamatan anak-anak di lingkungan mereka.

Kejadian seperti ini terjadi karena tidak ada penyuluhan. "Ini daerah yang perlu mendapatkan penyuluhan, karena banyak anak-anak di sini," ujarnya.

Arist mengatakan tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain yang belum berani berbicara  selain dua anak yang menjadi korban pencabulan pria itu.

"Bayangkan, sudah bertahun-tahun pelaku itu mengumpulkan anak-anak, dan warga masyarakat menganggap itu adalah baik-baik saja. Sudah hampir 2 tahun," katanya.

Dia mengimbau warga harus lebih kritis karena memang banyak orang yang mungkin saja berpura-pura baik, dekat dengan anak.

Kondisi korban saat ini, kata Arist, masih dilanda trauma, depresi, dan menderita infeksi di kemaluan akibat pencabulan itu.

"Harapnya supaya pelaku betul-betul bisa dapat dijerat dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Karena meeupakan kejahatan kemanusiaan dan luar biasa", tutupnya.

Sebelumnya Arist juga mengatakan dengan sederet kasus kejahatan terhadap anak yang terjadi, dirinya kembali mempertanyakan predikat Depok sebagai Kota Layak Anak.

Saat sebelumnya Arist bahkan sempat menyinggung perhatian Wali Kota Depok, Mohammad Idris, atas sejumlah kasus tersebut.

Sementara, dari data yang dihimpun, Gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (Gerakan PATBM) sempat dilakukan Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga ( DPAPMK ) Kota Depok pada Maret 2019 lalu bertempat di Masjid Istiqamah, Kecamatan Sukmajaya.

Kegiatan yang tertuang dilaman kla.depok.go.id. saat itu dihadiri langsung Ketua TP PKK Kota Depok Elly Farida, Kepala Bidang Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak, DPAPMK Depok, Yulia Oktavia, dan 50 orang tua beserta anak-anak dilakukan seminar parenting, dongeng anak, pojok literasi, pojok dolanan, dan market day.

Sedang, Kota Depok mendapat penghargaan sebagai Kota Layak Anak untuk kategori Nindya. Penghargaan itu, kali kedua diraih Kota Depok, setelah diraih pada 2017 dan 2018 lalu.

Berikutnya, penghargaan KLA diterima dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise pada Juli 2019.

Penulis:

Baca Juga