Pendeta HL Divonis 10 Tahun, Ketua KPA : “Sudah Sangat Tepat”

Surabaya, Akuratnews.com - Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA), Arist Merdeka Sirait mengapresiasi kinerja Jaksa Pennuntut Umum (JPU) dan Majelis Hakim dalam sidang putusan kasus pencabulan, oleh terdakwa Pendeta Hanny Layantara, Senin (21/9/20).

Menurut Arist, putusan Majelis hakim, sudah sangat tepat, karena mengedepankan perspektif perlindungan anak.

"Ini pertama-tama saya apresiasi kepada pertama JPU, kemudian Majelis hakim.Karena pertimbangan-pertimbangan hukumnya sangat akurat, mulai dari proses penuntutan, yang dituntut 10 tahun dengan dasar hukum dan memenuhi unsur-unsur pidananya," ungkap Arist saat ditemui usai sidang.

Unsur pidana yang dimaksud Arist adalah yang sesuai diatur oleh UU no 35 tahun 2014, yang disebutkan di pasal 82 itu.

Disinggung terkait hukuman 10 tahun penjara yang diterima Hanny Layantara, Arist mengungkapkan hal tersebut belum berkeadilan, namun ia tidak mempermasalahkan jumlah hukumanya.

"Pertimbangan memutuskan 10 tahun ini adalah, kalau kita mau berbicara soal jumlah hukumannya berapa tahun, tentu belum berkeadilan secara hukum. Yang terpenting majelis Hakim memutus HL bersalah,telah melakukan kejahatan seksual terhadap anak-anak," terang Arist.

Arist berharap, perkara Pndeta Hanny Layantara menjadi pembelajara, agar lembaga keagamaan bersih dari kejahatan seksual terhadap anak.

"Karena itu saya kira apa yang diputuskan oleh hakim hari ini, harus menjadi pelajaran ke lembaga-lembaga keagamaan agar apapun latar belakang agamanya harus steril terhadap kasus kejahatan terhadap anak-anak," harap Arist.

Sementara itu, juru bicara keluarga korban, Eden Bethania Thenu mengatakan, meskipun belum bisa membayar masa trauma korban, namun pihaknya cukup puas dengan vonis 10 tahun penjara yang diberikan oleh Majelis hakim.

"Kami berterimakasih karena hakim telah mengedepankan hak-hak anak, dan memutus terdakwa dengan hukuman 10 tahun penjara," kata Eden.

Penulis:

Baca Juga