Beroperasi di Jakarta dan Tangerang

Polda Metro Jaya Bekuk Jaringan Mafia Tanah dan Apartemen Fiktif

Polda Metro Jaya saat Konferensi Pers. (foto: Suroso/Akuratnews.com)

Jakarta, Akuratnews.com - Polda metro jaya berhasil membekuk Jaringan mafia tanah dan apartemen fiktif yang selama ini beroperasi di wilayah DKI Jakarta dan Tanggerang.

"Subdit dua Harda Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil membongkar Jaringan mafia tanah yang selama ini beroperasi di wilayah DKI Jakarta." Kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Menurut Kapolda, jaringan mafia tanah ini sudah banyak memakan korban. Caranya dengan modus akan membeli rumah yang akan di jual, dan membujuk pemilik rumah untuk pengecekan Badan Pertanahan Nasional (BPN) kemudian pelaku menukar surat hak milik (SHN) dengan Surat tanah palsu, kemudian dibalik nama oleh pelaku.

Jaringan tersebut ditangkap di dua tempat berbeda di kompleks Liga Mas Pancoran dan Jl. Iskandarsyah Kebayoran Baru.

Dari aksi penipuannya, jaringan mafia tanah ini meraup untung hampir Rp80 miliar untuk 2 kasus tanah dengan otak pelaku berinisial SD.

Parahnya, menurut Irjen Gatot Eddy Pramono, sampai dengan saat ini, sudah ada 455 orang yang tertipu oleh jaringan mafia tanah dan apartemen fiktif ini. Tetapi baru 26 orang yang melapor.

"Bagi warga masyarakat yang menjadi korban silahkan melapor ke Polda Metro Jaya." tandas Gatot Eddy Pramono. Dia menegaskan pihaknya akan melibas sampai habis jaringan mafia tanah dan apartemen fiktif ini.

Akibat perbuatannya, pelaku di kenakan pasal 263 KUHP atau pasal 266 KUHP, junto Pasal 55 dan pasal 56 KUHP, dengan ancaman pidana 6 sampai 7 tahun penjara.*

Penulis: E. Suroso
Editor: Hugeng Widodo

Baca Juga