Polres Sidoarjo Ringkus Penipuan Lewat WhatsApp

Polres Sidoarjo meringkus komplotan penipuan lewat WhatsApp. (Rief)
Polres Sidoarjo meringkus komplotan penipuan lewat WhatsApp. (Rief)

Sidoarjo,akuratnews. Kawanan pelaku penipuan dengan modus mengirim pesan melalui amplikasi WhatsApp pada calon korbanya berhasil diungkap dan dibekuk oleh Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Sidoarjo.

Modus ini tergolong baru untuk wilayah hukum Polresta Sidoarjo, dengan mengubah foto profil dan mengaku sabagai sosok wanita, komplotan pelaku ini berhasil mengelabui korban dan membawa kabur Motor dan Handphone (HP) korban.

Komplotan pelaku yang berhasil dibekuk petugas yakni, Wisnu Dwi Saputra (22) warga Perum Permata Candiloka, Desa Ngampelsari, Widi Harianto (38) warga Dusung Tawangsari, Desa Ngampelsari dan Edi Praboto (42) warga Dusun Tawangsari, Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo, sementara satu pelaku berinisial DV masih buron dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polresta Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol, Himawan Bayu Aji melalui Kasat Kasat Reskrim, Kompol Muhamad Harris pada media menyampaikan, komplotan tersebut diduga kuat telah melakukan serangkaian penipuan dan perampasan terhadap barang-barang milik korban KA. Diantaranya berupa 1 unit motor Honda Vario dan 1 buah handphone (HP).

"Tersangka berpura-pura bicara lewat WA dengan chat ngaku sebagai perempuan. Itu dilakukan tersangka untuk mengelabuhi korban hingga bertemu korban di Perum Kalitengah itu," ungkap, Kompol Muhamad Harris dihalaman Mapolresta Sidoarjo pada hari Minggu (9/8/2018).

Kasat Reskrim mengungkapkan, kronologis bermula dari Wisnu alias S datang kerumah Widi yang beralamatkan Desa Ngampelsari, Candi. Di situ ia menceritakan terkait adanya komunikasi antara istri Wisnu dengan korban yang diketahui oleh Widi bernama J. Selanjutnya Wisnu meminta tolong kepada Widi untuk menemaninya guna bertemu dengan J. Kemudian datang juga pria lainnya P dan D berangkat bersama.

Sesampainya di TKP, tepatnya di di sekitar kawasan Perum Puri Kalitengah Tanggulangin, mereka bertemu dengan J (korban, red). Nah, di situlah mereka mulai melancarkan aksinya. Motor dan handphon korban beserta uang tunai senilai Rp 100 ribu, diembat pelaku.

"Karena korban tak memiliki uang tunai. Kemudian menyerahkan HP. Tak hanya itu, tersangka juga membawa kabur motor korban," ungkapnya.

Lebih jauh Kasat Reskrim yang juga mantan Kapolsek Simokerto Polrestabes Surabaya menambahkan, Dalam kasus ini, tersangka Edi hanya sebagai penada motor hasil rampasan seharga Rp 3,5 juta. Namun demikian, ketiganya bakal tetap diproses sesuai Kejahatanya. Kini tersangka terancam bakal dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan pasal 363 KUHP tentang Perampasan dengan ancaman hukuman 7 tahun dan 9 tahu penjara. Sementara tersangka Edi terancam dijerat pasal 480 KUHP tentang Penadah Barang Curian. (Rif)

Penulis:

Baca Juga