Prada MI Picu Perusakan Polsek Ciracas

KSAD Perintahkan Pelaku Dipecat dan Ganti Rugi

Jakarta, Akuratnews.com - Penyerangan dan perusakan Polsek Ciracas dipicu provokasi oleh oknum anggota TNI, Prada MI kepada rekan seangkatannya

"Dari telepon genggam Prada MI ditemukan yang bersangkutan menginformasikan ke angkatan 2017 mengaku dikeroyok, telepon seniornya bilang dikeroyok," ujar Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam konferensi pers di Mabes TNI Cilangkap, Minggu (30/8).

Namun saat pernyataan Prada MI yang merupakan anggota dari Satuan Direktorat Hukum Angkatan Darat itu dicocokkan dengan pernyataan sembilan saksi dari warga sipil, ternyata MI telah berbohong.

Menurut Dudung, kronologi yang sebenarnya terjadi adalah MI mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor di sekitar Jalan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, tepatnya di dekat pertigaan lampu merah Arundina.

Selain diperkuat dengan pernyataan saksi di tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan tunggal tersebut juga dibuktikan dengan rekaman gambar CCTV dari salah satu toko di sekitar lokasi kejadian.

"Pada tayangan menit ke-37, MI terjatuh di sekitar tikungan, tidak ada pemukulan dari belakang, depan atau pengeroyokan," katanya.

Saat menghubungi seluruh rekannya, MI selain mengaku menjadi korban pengeroyokan, juga menyampaikan kalimat kotor yang dianggap mencoreng citra TNI.

"Informasi di media sosial yang bersangkutan dikeroyok dan ada beberapa kalimat yang membangkitkan emosi sehingga dengan jiwa korsa berlebihan dan tidak terkendali melakukan perusakan," kata Dudung.

Terkait hal ini, KSAD Jenderal Andika Perkasa menegaskan, anggota TNI yang terlibat akan mendapat hukuman tegas.

"Untuk hukuman, kami ada tambahan hukuman, yakni pemecatan dari dinas militer," ujar Andika saat konferensi pers di Mabes TNI AD, Minggu (30/8).

Andika menyebut, tidak peduli apa pun peran mereka dalam rangkaian perusakan hingga ke pembakaran Polsek Ciracas. Bila memang terlibat akan ada dipecat dari TNI AD.

"Lebih baik kehilangan 31 atau berapa pun daripada nama TNI AD akan terus rusak oleh tingkah laku tidak bertanggung jawab dan sama sekali tidak mencerminkan sumpah prajurit yang mereka ucapkan dan janjikan pada saat mereka menjadi prajurit TNI Angkatan Darat," tandas Andika.

Sejauh ini sudah ada 12 orang yang ditahan dalam kasus ini. Mereka masih menjalani pemeriksaan intensif untuk benar-benar mengungkap kasus ini.

"12 orang ini adalah prajurit TNI AD. 19 Orang lagi yang sudah ada indikasi dan saat ini sedang dalam proses pemanggilan," ucap dia.

Dari hasil penyelidikan sementara, para penyerang berasal dari satuan dan angkatan berbeda.

"Tidak semuanya dari angkatan yang sama dan tidak dari satu satuan saja. Makanya kami tarik ke mabes Angkatan Darat, ada beberapa satuan sudah dan kami akan kejar sampai ke mana pun, apa pun satuannya, yang terpenting adalah bantu kami, kami janji akan serius," ujar Andika lagi.

Ia memastikan Panglima Kodam Jaya akan merampungkan segala inventaris kerugian hingga nilainya. Dari situlah, hasil kerugian akan dibagikan kepada seluruh prajurit yang terlibat.

“Pangdam sudah saya tugaskan untuk menghimpun semuanya. Dari itu, nanti mereka akan dibebankan yang terlibat,” tegasnya.

Selain itu, terhadap penyidikan itu, Andika memastikan tidak ada prajurit yang berbohong. Sebab, bila nantinya terbukti berbohong, Andika menegaskan hukum berat bakal menanti mereka.

“Tidak ada mereka yang diam dan kooperatif. karena penyidikan akan dilakukan berlapis,” tutupnya.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga