Press Tour Dirgantara: Cover Wilayah Udara Indonesia Timur dari Berbagai Ancaman (Bag 2)

Dibagian 1, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) melepas keberangkatan 40 jurnalis dalam rangka 'Press Tour Dirgantara 2018' ke Biak, Papua. Pada pelepasan itu, Kasau juga menjelaskan tentang pembentukan Koopsau III yang saat ini dalam proses pembangunan.

Setelah mendarat di Pangkalan Udara (Lanud) Manuhua Biak, para jurnalis langsung berkunjung ke markas komando sementara Koopsau III. Di sana, kami mendapat pemaparan dari Kepala Staf (Kas) Koopsau III Marsma TNI Wayan Sulaba terkait pembangunan Koopsau III yang sedang berjalan di Biak, Papua.

Wayan mengatakan, luas wilayah udara yang luas menjadi pemicu untuk menjadikan Angkatan Udara yang kuat. Pada kesempatan itu, Wayan mengutip pernyataan dari dua tokoh tentang Angkatan Udara yaitu Pemimpin Besar Pakistan Muhammad Ali Jinnah dan Presiden Pertama Indonesia, Soekarno.

Yang pertama dari Muhammad Ali Jinnah mengatakan bahwa, "Sebuah negara yang tidak memiliki angkatan udara yang kuat adalah berkah bagi para agresor, Pakistan harus segera memiliki Angkatan Udara secepatnya dan menjadi angkatan udara yang efisien dan tidak ada duanya."

Dan yang kedua, saya rasa sudah tidak asing lagi, yaitu Bung Karno. Presiden pertama kita menyatakan bahwa, "Kuasai udara untuk melaksanakan kehendak nasional, karena kekuatan nasional di udara menjadi faktor penentu dalam perang modern."

Poin yang bisa saya sampaikan dari kedua tokoh tadi, sebut Kas Koops III, adalah angkatan udara yang kuat dan kekuatan udara nasional. Oleh karena itu, tujuan dibentuknya Komando Utama Koopsau III di Wilayah Timur Indonesia untuk meng-cover wilayah udara Indonesia Timur dari berbagai ancaman.

"Misalnya di Biak terdetek oleh Kosekhanudnas IV ada yang melanggar wilayah udara kita di Papua, Unsur penindak yang paling dekat adalah Lanud Hassanudin Makassar. Katakanlah Sukhoi sebagai unsur penindak, waktu yang ditempuh dari Hassanudin Makassar ke Papua itu menempuh waktu 2 jam 20 menit menggunakan pesawat Sukhoi," bebernya.

"Nah dapat dibayangkan selama 2 jam 20 menit begitu pesawat kita sampai di Biak, begitu pesawat yang melanggar sudah keluar atau lepas dari wilayah udara kita shingga kita tidak bisa menindak, mungkin selama Sukhoi di Perjalanan pesawat pelanggar tersebut sudah mengambil data-data. Ini sebuah ilustrasi saja," sambungnya.

Sehingga pada tanggal 11 Mei 2018, diresmikan pembentukan Koopsau III bersamaan dengan tiga satuan TNI lainnya. "Salah satu yang menjadi pertimbangan pembentukan Koopsau III adalah apa yang sudah saya sampaikan tadi," katanya.

Saat ini, kata Wayan, Koopsau III sudah dibentuk. Namun, belum ada alat utama sitem persenjataan (alutsista).

"Karena saat ini belum memiliki alutsista, maka untuk melaksanakan operasi-operasi ini Koopsau III mendapat dukungan Bawah Komando Operasi (BKO) Alutsista dari Koopsau I dan Koopsau II," ungkap Wayan.

Terkait Koopsau III, Wayan mengungkapkan bahwa tanggal 11 Juni  2018 telah dilaksanakan alih Komando Dalam (Kodal) delapan Lanud dari jajaran Koopsau II. Delapan Lanud yang menjadi jajaran Koopsau III adalah Lanud Biak, Lanud Jayapura, Lanud Merauke, Lanud Timika, Lanud El Tari Kupang, Lanud Dumah Tubun, Lanud Patimura dan Lanud Morotai.

Koopsau III ini memiliki wilayah tanggung jawab di wilayah udara meliputi lima provinsi yaitu Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku dan NTT.

Koopsau III sendiri memiliki dua tugas yaitu sebagai Komando Utama (Kotama) Pembinaan dan Kotama Operasi. Sebagai pembinaan, menyelenggarakan pembinaan kemampuan dan kesiapsiagaan operasi satuan di jajarannya. Sedangkan Kotama Operasi yaitu menyelenggarakan operasi udara dalam rangka penegakan kedaulatan di udara maupun mendukung kedaulatan di darat maupun di laut sesuai kebijakan Panglima TNI.

Untuk saat ini, Koopsau III memiliki empat tugas dari Mabes TNI yang sedang dan akan dilakukan, yaitu operasi sayap cenderawasih ialah operasi pengamatan dan pengintaian udara, Operasi Lintas Cenderawasih yaitu patroli udara, Operasi Angkutan Udara Angkut Cenderawasih dan Pam ALKI dengan Sandi Operasi Petir. (Bersambung)

Penulis:

Baca Juga