Prihatin Pola Pengajaran SMK ‘Effective Educational Video’ Jadi Terobosan

Praktisi Penjualan dan Pendidikan Dedy Budiman menunjukkan Effective Educational Video program pada smartphonenya kepada Ketua Umum Almari (Baju Biru), Kepala Sekolah SMK Negeri 14 Nunuk Isnahidayah (Baju Hitam), E Commerce Supervisor Astra Otoparts Dian Pertiwi (Baju Putih).

Jakarta, Akuratnews.com - Selama ini pola pendidikan dalam proses belajar mengajar dinilai hanya satu arah, dimana kecenderungan pengungkapan disampaikan oleh guru di depan kelas, hal ini menjadi tanda tanya besar apakah pengajaran dengan proses tersebut masih tepat di tengah keingintahuan generasi Milenial akan informasi yang dibutuhkan dan cenderung membutuhkan komunikasi dua arah dalam arti aktifitas diskusi di dalam kelas.

Praktisi Bidang Penjualan dan Pendidikan Dedy Budiman mengungkapkan bagaimana siswa Sekolah Menengah Kejuruan dari generasi Z memiliki gaya belajar kekinian. Visual menjadi salah satu cara dalam proses belajar mengajar para generasi Z ini. Sebagai seorang praktisi pendidikan yang memahami industri atau kebutuhan pasar, SMK sebagai penetas lulusan siap pakai, Effective Educational Video Program (EEVP) menjadi salah satu terobosan dan inovasi dalam menjawab kebutuhan bagi sistem belajar mengajar di SMK.

"EEVP lahir dari sebuah katakanlah karena keprihatinan karena kita melihat pendidikan Indonesia akan ada banyak permintaan, makanya Pak Jokowi bilang SDM unggul yang bisa maju. Pertanyaannya mau mulai dari mana ?, yang benar mulai dari para pendidiknya," terangnya kepada awak media, saat memberikan pembelajaran EEVP di SMK Negeri 14, Jakarta Pusat, (26/9).

Bekerjasama dengan Asosiasi Asosiasi Guru Marketing Indonesia (Akmari), AstraOtoshop, pihaknya membuat program road show 13 kota, mulai dari Manado, Jakarta, Bandung, Cirebon dan seterusnya. Untuk materi yang diberikan merupakan program khusus bagi guru-guru di SMK.

"SMK kata kuncinya adalah keterampilan. Keterampilan khusus jurusan di Indonesia ini, ada SMK jurusan Bisnis, Daring dan Pemasaran (BDP). Untuk Daring adalah bisnis online. Kalau mengajar murid online guru-gurunya harus lebih canggih dari muridnya, tapi ternyata semuanya belum," ungkapnya.

"Akhirnya kami mencoba kontribusi nyata yaitu mengajar mereka dengan metode tentang bagaimana cara mengajar menggunakan video,' tambajnya.

Dedy mengatakan, ternyata generasi Z yang saat ini berada di sekolah SMK, cara belajar mereka berbeda dengan cara belajar generasi sebelumnya. Mereka suka dengan visual teknologi dan konkret dengan inovasi-inovasi serta mudah dipahami.

"Bagaimana cara menggunakan buat konten video menggunakan smartphone. Semuanya kita mengajar dengan materi tidak perlu menggunakan notebook sama sekali. Nah semua ini kita pakai konsep flif learning atau konsep terbalik, dimana knowledgenya di bagi sebelum kelas, agar mereka mengerti dengan menggunakan video yang akhirnya akan melahirkan active learning," paparnya.

Sementara itu Ketua Umum Akmari Pebrizayanti M.Pd, mengatakan sebagai guru BDP semenjak Pak Dedy berkontribusi di SMK, SMK sangat merasakan bahkan wawasan ilmu, skill jadi bertambah, dimana menambah pengetahuan akan dunia kerja saat ini. Pihaknya mengakui, selama ini orang BDP agak terlena, yang berimbas jurusan BDP kurang diminati.

"Saya merasa dengan adanya pelatihan seperti ini, sangat membantu kami guru-guru dari PDB khususnya yang biasa mengajar cuma bisnis online. Apa itu bisnis online adalah, SOS adalah, yang semuanya sekedar teori. Dengan adanya pembelajaran seperti ini, kita sekarang sudah jadi guru zaman now juga, walaupun lahir di zaman kolonial. Kami, mewakili guru marketing Indonesia sangat berterima kasih sekali atas kontribusi terhadap dunia SMK, khususnya jurusan BDP," imbuhnya.

"Alhamdulillah berkat dari lomba lomba yang diselenggarakan juga, anak-anak yang pemenang lomba rata-rata mereka direkrut oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Star mortar Dekson, Astra, dan sebagainya. Alhamdulillah anak-anak marketing sekarang sudah mendapat pekerjaan yang lebih enak tidak hanya sebagai SPG saja," ungkapnya.

"Saya sudah merasakan sendiri bagaimana pentingnya online, dimana saat ini yang sebelumnya penjualan dan berbagai urusan (management offline, sekarang sedang dalam proses pindah ke online. Dengan. Online bisnis bisa dilakukan dalam 24 jam untuk melayani customer dan kita bisa lebih meningkatkan customer engagement. Kami dari Astra Otoshop mendukung sekali bagaimana tentang pendidikan online ini untuk guru-guru di sini," ungkap E Commerce Supervisor PT. Astra Otoparts TBK, Dian Pertiwi.

Kepala SMK Negeri 14 Jakarta, Nunuk Isnahidayah mengatakan, kegiatan EEVP sebuah bentuk kerjasama yang nyata. Sekolah dalam hal ini Dinas Pendidikan, membutuhkan kontribusi yang nyata dari user, salah satunya dari Astra.

"Pak Dedy, sebagai orang yang sangat peduli dengan dunia pendidikan dan sekolah, kamj merasa terbantu sekali di DKI Jakarta karena memang teman-teman bapak/ibu guru haus yang namanya ilmu yang kekinian. Kita kan nggak boleh kalah dari anak didik kita. Di mana kita seharusnya selangkah lebih maju. Kalau sekarang kita sebagai yang tadi dibilang sebagai yang lahir di jaman kolonial, tapi jangan sampai juga apapun kita semuanya kolonial kita harus berusaha jadi generasi milenial," pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga