Puluhan Nasabah Desak Polisi Proses Mantan Ketua KSU Mitra Perkasa Probolinggo

AKURATNEWS - Puluhan perwakilan nasabah KSU Mitra Perkasa Probolinggo mendatangi Mapolres Probolinggo Kota, pada Selasa (28/12/2021) siang.

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan laporan Welly Sukarto terhadap Zulkifli Chalik, mantan ketua koperasi KSU Mitra Perkasa atas dugaan penggelapan uang nasabah senilai 6,7 Milyar, yang sudah dilakukan sejak 2019 silam

Salah satu nasabah, Supi'i (40) warga Manyangan Probolinggo mengaku uang yang tersangkut di KSU Mitra Perkasa saat diketuai oleh Zulkifli Chalik mencapai 1,5 Milyar.

"Uang saya nyangkut 1,5 Milyar. Kami menuntut pak Zul, kembalikan uang nasabah. Jangan dzolimi kami," ungkap Supi'i.

Supi’i menegaskan bahwa, ia dan para nasabah lainnya berharap, laporan Welly Sukarto terhadap Zulkifli Chalik segera diproses secara pidana.

"Harapan saya,pidananya berjalan, agar eksekusi terhadap perdatanya bisa jalan dan uang kami bisa kembali. Tolong pak Zul, mau sampai kapan uang nasabah ini sampean bawa," katanya.

Pada kesempatan yang sama, kuasa hukum Welly Sukarto, H. Abdul Malik S.H., M.H., mengapresiasi Kapolres Probolinggo Kota yang secara tegas memastikan kasus tersebut akan sesegera mungkin dituntaskan.

"Tadi kami bersama para nasabah, mengadu ke Kapolres, alhamdulillah disambut baik. Beliau sangat terbuka kepada para nasabah yang menjadi korban penggelapan dana oleh terlapor. Kami apresiasi pak Kapolres yang baru, untuk tetap mengusut kasus ini karena menyangkut 6000 nasabah KSU Mitra Perkasa di Probolinggo dan sekitarnya," kata Malik, Selasa (28/12/2021).

Malik berpendapat, ada dana sekitar 147 Milyar milik nasabah KSU Mitra Perkasa Probolinggo yang masih dalam penguasaan Zulkifli Chalik yang dikumpulkan sejak tahun 2006 hingga 2018.

"Ini yang kami laporkan adalah cek kosong yang dikeluarkan oleh terlapor. Nilainya 6,7 milyar. Sementara kalau total kerugian nasabah itu mencapai 147 Milyar. Ini kami harap agar aparat penegak hukum on the track. Katakan yang salah itu salah, dan kebenaran adalah benar," tambahnya.

Ia juga mengatakan, jika perkara yang dilaporkan kliennya kata terhadap bekas ketua koperasi itu tidak ada hubungannya dengan kasus perdata.

"Perkara yang kita laporkan ini bukan masalah kepemilikan yang bisa dibuat perdara. Ini murni pidana penggelapan dalam jabatan," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo, AKBP Wadi Sa'bani enggan berkomentar banyak, ia justru meminta wartawan untuk mengonfirmasi perkembangan kasus tersebut kepada Kasat Reskrim. "Silahkan ditanyakan langsung ke Kasat Reskrim saja ya," jawabnya singkatnya.

Penulis:

Baca Juga