Ratusan Hutan Magrove dipesisir Aceh Timur Rusak Parah

Ketua Dewan Pengawas KSU HKm Flora Potensi, S.Ramadhan Djamil.

Sungai Raya, Akuratnews.com - Ratusan hektar hutan magrove di sepanjang pesisir kecamatan Sungai Raya, Peureulak Barat dan Pereulak Kota kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh rusak parah.

Ketua Dewan Pengawas KSU HKm Flora Potensi, S.Ramadhan Djamil dihubungi di Langsa mengatakan, Sabtu 20/07/2019, menyatakan kerusakan hutan magrove tersebut sudah berlangsung bertahun tahun. Kami dari Ksu HKm Flora Potensi pemilik Area hutan bakau seluas 6.300 Ha sudah melakukan penanam beberapa kali. Tetapi karena proses perizinan yang tak kunjung selesai, mengakibatkan tidak lagi adanya dana untuk perawatan hutan mangrove yang sudah di tanam dan melakukan penanaman kembali di dalam kawasan tersebut.

Selama ini anggapan dari Pemerintah daerah, kerusakan diakibatkan karena pemberian izin lahan kepada Ksu Flora Potensi. Padahal fakta di lapangan rusak nya hutan mangrove di kawasan tersebut disebabkan dengan adanya aktivitas ilegal loging.

Perambahan ilegal loging banyak di lakukan diareal tersebut untuk pembukaan lahan tambak dan sebagai bahan baku pembuatan arang.

Aktivitas ilegal loging untuk bahan baku arang di biaya oleh pemilik dapur arang. Jumlah dapur arang saat ini lebih kurang 200 unit, dan secara umum terindikasi tidak memiliki izin." ungkap Ramadhan.

Ramadhan djamil yang juga merupakan LO Watimpres Profesor Ryias Rasyid untuk Aceh era Presiden SBY, ini menegaskan. Pemerintah harus mendukung wadah yang bisa menaungi hutan Magrove tersebut. Salah satunya adalah Ksu HKm Flora Potensi. menutup pembicaraannya kepada wartawanan akurtanews.com.

Penulis: Chaidir Ibrahim
Editor: Redaksi

Baca Juga