Rindu Kehadiran Ustad Abdul Somad, Ribuan Ummat Muslim Penuhi Mesjid Agung Medan

Ribuan umat muslim menghadiri Tabligh Akbar yang diisi oleh Ustad H Abdul Somad (UAS) di Masjid Agung, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (20/8/2019).

Medan, Akuratnews.com - Ribuan umat muslim menghadiri Tabligh Akbar yang diisi oleh Ustad H Abdul Somad  (UAS) di Masjid Agung Medan, Jalan Pangeran Diponegoro, Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (20/8/2019).

Ribuan masyarakat ummat muslim di Medan dan sekitarnya diluar hari biasanya memenuhi Mesjid Agung dan halaman luar masjid hingga ke halaman parkir kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro Medan untuk melaksanakan salat Dzuhur berjamaah, Selasa (20/8/2019). Mereka diketahui sudah hadir ditempat itu sejak pukul 11.00 Wib ingin menghadiri Tabligh Akbar yang diisi tausih oleh Ustadz H Abdul Somad.

Salah seorang jamaah yang hadir, Tuti Sriwahyuni (56) asal Tanjung Morawa,Deli Serdang, kepada Akuratnews.com mengatakan kehadirannya di Mesjid Agung ini karena rindu untuk bertemu dan mendengarkan tausiah dari Ustadz H Abdul Somad.

“ Sudah lama tidak bertemu langsung dan mendengar tausiah dari UAS sehingga kehadirannya di Mesjid Agung ini sangat dinantikan. Terimakasih kepada panitia yang sudah menghadirkan UAS di Medan semoga memberi pencerahan kepada umat muslim yang hadir” ungkap Tuti saat memasuki area mesjid.

Untuk diketahui, kehadiran Ustadz Abdul Somad  berkat upaya Badan Kesejahteraan Masjid Agung Medan dan panitia pembangunan Mesjid Agung yang sengaja menghadirkan guna untuk menggugah hati jemaah yang berada di Kota Medan untuk membantu meringankan pembangunan Masjid Agung.

Dalam tausiahnya, Ustadz Abdul Somad memulainya dengan mengibaratkan sistem pemerintahan sebagai sebuah tiang kokoh yang terdiri dari besi, batu bata, semen, kerikil, dan cat.

"Coba perhatikan tiang ini baik-baik, kenapa kita bisa berdiri tegak, jangan lupa di dalamnya ada besi sebagaimana pemimpin di Sumatera Utara. Tapi besi tidak bisa berdiri sendiri Ia musti dibantu oleh batu kerikil siapakah itu? Itulah Wakil Gubernur Sumut, dan yang menyatukan kerikil dan besi adalah semen, semen itu adalah ulama maka kalau yang kedua ini baik, negeri ini menjadi baik," katanya.

Meski demikian, kata Ustadz Abdul Somad, semen, kerikil, batu bata, dan lainnya tidaklah terlihat sehingga mereka kuat. Dan yang terlihat adalah cat tembok yang kerap mendapatkan goresan karena berada di luar.

"Semen tak nampak, kerikil tak nampak, batu juga tak nampak, tapi yang telihat itu yang paling lemah yaitu cat, yang di hadapan kalian ini yang paling lemah, yang digesek dan dicoret," tambahnya.

Ia juga mengaitkan kasus yang sedang menimpanya, dan menjelaskan bahwa ceramahnya saat itu dilaksanakan di masjid dan di tengah umat muslim.

"Saya berceramah dalam masjid, di tengah orang Islam, orang bertanya tentang patung saya jawab menurut hadis nabi, dilaporkan. Tak takut kah Abdul Somad? Apa yang kutakutkan sebanyak ini yang membela? Ya, dalam masjid. Kalau di luar nanti? Ngeri-ngeri sedap juga kurasa," katanya sambil tertawa disambut tawa dari jamaah yang hadir.

Dalam tausiahnya Ustdz Abdul Somad juga menekankan tentang makna shadaqah khususnya untuk pembangunan mesjid.

"Diakhirat nanti orang orang yang tenang dalam naungan shadaqah. Shadaqah yang akan dibawa mati" ungkap Abdul Somad.

Ciri khas Abdul Somad dalam memberi tausiah yang penuh canda membuat ribuan jamaah tetap semangat mendengarkan ceramahnya meski udara Medan didera cuaca panas terik.

Ustadz Somad menegaskan apa yang kita tanam hari ini maka diakhirat kita nenuai hasilnya. Keutamaan shadaqah yang utama adalah ridhonya malaikat, kemudian mendapat naungan malaikat, ketiga mengamalkan berobat dengan shadaqah.

Selain dihadiri ribuan ummat muslim kota Medan dan sekitarnya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, juga  tampak para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beragama Islam dilingkungan Pemprov Sumut.

Tabligh Akbar tersebut disertai dengan pengumpulan shadaqah dari para ummat muslim yang hadir melalui kantong kantong yang disediakan panitia untuk membantu penyelesaian pembangunan Mesjid Agung yang saat ini proses pembangunannya telah mencapai 60 persen.

Baca Juga