Rp95 Miliar Dibawa Kabur Mafia Tanah, 15 Korban Lapor Kemenkopolhukam dan Komisi III DPR

AKURATNEWS - Dugaan tindak pidana yang dilakukan mafia tanah kembali muncul ke permukaan.

Kali ini, 15 orang dari sejumlah daerah di Jawa Tengah diduga menjadi korban penipuan seorang mafia tanah.

Puluhan orang ini mengaku ditipu seseorang bernama Agus Hartono dengan modus berpura-pura membeli tanah dengan memberikan uang muka (DP) terlebih dahulu.

Setelah memberi DP, pihak Agus Hartono meminta sertifikat dengan alasan akan dibalik nama.

Namun, setelah korban melakukan tanda tangan, sertifikat diduga dimasukkan ke bank dan dijadikan sebagai jaminan untuk melakukan pinjaman dana ke bank.

"Dia menjaminkan aset milik korban dengan sistem mark-up di sejumlah bank di Jawa Tengah seperti Mandiri, BJB, BRI Agro dan Muamalat dengan nilai pinjaman yang sangat bervariatif," beber kuasa hukum 15 korban, Lukmanul Hakim di Jakarta, Kamis (29/4).

Dari penuturan para korban, lanjut Lukmanul, sertifikat beralih nama ke Agus Hartono setelah sebelumnya diminta dengan berbagai alasan, mulai untuk pengecekan sertifikat, hingga ada yang diminta tanda tangan di atas kertas kosong.

"Setelah dibalik nama dan dimasukkan ke bank dengan debitur perusahaan milik Agus Hartono, di mana saat ini semua kreditnya macet, tanah klien kami sudah masuk dilelang, sedangkan semua perusahaan yang digunakan untuk mengajukan kredit sudah dipailitkan," jelasnya.

Kasus ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Polresta Semarang dan Polda Jawa Tengah. Namun laporan tersebut dihentikan dengan alasan kurang cukup bukti.

"Laporan ke polisi sudah dilakukan pada 2018. Ironisnya, salah satu korban pelapor bernama Widagdo Sudharto, pengaduannya di SP3 dan malah dijadikan tersangka. Korban lainnya atas nama Ridwan Raharjo, LP di 2019 stagnan," tegasnya.

Korban mafia tanah dari sejumlah daerah di Jawa Tengah yang diduga menjadi korban penipuan.

Para korban pun mengalami kerugian yang cukup fantastis, yakni mencapai Rp95 miliar dari total kerugian seluruh korban dengan luas tanah berbeda-beda.

"Saya saja dirugikan sekitar Rp20 miliar, padahal itu tanah warisan. Belum lagi ada pemilik tanah yang sakit-sakitan dan butuh biaya berobat sekarang," ujar Nanung, perwakilan salah satu korban.

Menyikapi mandegnya proses hukum bagi kasus ini, korban, ujar Lukmanul akan melaporkan kasus ini ke Bareskrim Mabes Polri, Kemenkopolhukam dan Komisi III DPR.

"Kami minta aktor utama kasus ini yakni Agus Hartono diproses secara hukum, karena sampai saat ini dia tak tersentuh dan baru anak buahnya/suruhannya yang diproses," tegas Lukmanul.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga