Rusuh, Demonstran Pro-Revisi Lempari Gedung, Tak Ada yang Ditangkap

Massa Demonstran yang rusuh di depan Gedung Merah Putih KPK. (foto istimewa)

Jakarta, Akuratnews.com - Aksi demonstran Pro-Revisi UU KPK yang melakukan aksi di gedung Merah Putih, melakukan kerusuhan dengan merusak dan membakar karangan bunga. Massa juga melempari gedung KPK menggunakan batu dan botol air minum.

Selain itu, para demonstran juga mencopot kain hitam yang menutupi logo KPK. Kain yang melambangkan duka untuk lembaga antirasuah itu, menjadi incaran para demonstran pro-revisi untuk diberangus.

Empat Tuntutan Demonstran

Melansir situs nasional, Juru bicara aksi dari Himpunan Aktivis Indonesia, Imam Rohmatulloh melalui keterangan tertulis yang disebarkan kepada wartawan mengatakan pihaknya menuntut empat tuntutan.

Pertama, mereka meminta komisioner KPK Saut Situmorang dan Wadah Pegawai KPK menarik kembali pernyataan perihal Ketua KPK terpilih Firli Bahuri yang disebut melanggar kode etik berat.

Kedua, mendesak Saut dan WP KPK meminta maaf secara terbuka kepada Firli Bahuri.

Ketiga, menuntut KPK segera mengevaluasi seluruh unsur KPK agar terbebas dari segala kepentingan.

Keempat, massa menuntut Saut mundur dari pimpinan KPK.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Bustoni Purnomo saat meninjau lokasi mengatakan, ada sedikit kesalahpahaman antara yang melakukan unjuk rasa terkait dengan hasil keputusan pansel capim KPK dengan pegawai dari KPK.

"Sudah kami atasi situasinya dan saat ini kondisi sudah kondusif," ujar Bastoni.

Lempari Gedung dengan Botol dan Batu

Massa sebelumnya juga sempat melempari gedung dengan botol air, batu, bambu dan sejumlah benda lainnya. Para pegawai KPK, petugas keamanan KPK dan para wartawan yang berada di pelataran lobi KPK sempat berhamburan menghindari lemparan.

Polisi pun sempat menembakkan gas air mata untuk menghalau massa. Kapolres menegaskan akan melakukan identifikasi pelaku pelemparan batu.

"Nanti akan kita lihat tadi ada dokumentasi baik foto maupun video. Pelaku-pelakunya nanti akan kita identifikasi kemudian bukti-bukti yang lainnya akan kita kumpulkan, kalau memang ada barang yang dirusak atau ada yang dibakar nanti akan kita kumpulkan bukti-buktinya," jelas Bustoni di Gedung KPK. Menurutnya, barang yang dikumpulkan berupa batu yang digunakan saat melempar dan barang lainnya.

Sejauh ini tak ada pengunjuk rasa yang diamankan. Bustoni berjanji akan memeriksa saksi terkait kericuhan ini. "Untuk sementara belum ada yang kita amankan tapi akan kita dalami saksi-saksi akan kita periksa kemudian barang bukti yang lainnya akan kita kumpulkan," ujarnya.

Jurnalis Alami Kekerasan

Polisi juga berjanji akan mendalami kekerasan yang dialami jurnalis termasuk perusakan perangkat peliputan. "Nanti akan kita dalami. Kalau memang ada dari rekan-rekan wartawan yang mengalami kekerasan nanti akan kita dalami. Saksi-saksi kita periksa, silakan rekan wartawan yang terkena kekerasan membuat laporan, dibuat visum dan dilaporkan ke kita, nanti kita tindak lanjuti dengan proses penyidikan," ujarnya.

Terkait latar belakang aliansi asal para pengunjuk rasa, Bustoni mengatakan akan mendalami latar belakangnya. Dia juga mengklaim telah ada pemberitahuan unjuk rasa ini.

"Pemberitahuan sudah ada. Jumlahnya sudah kita ketahui. Memang awalnya mereka melakukan aksi secara damai tapi ternyata di luar perkiraan mereka melakukan upaya kekerasan," katanya. (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga