Said Aqil Sindir Soal Ketimpangan Ekonomi di Era Jokowi

Jakarta, Akuratnews.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Refleksi Akhir Tahun 2019 dan Taushiyah Kebangsaan 2020, berharap kepada pemerintah agar tahun 2020 konsisten untuk mengurangi ketimpangan sosial yang terjadi di Indonesia.

“NU berharap, di tahun 2020 dan selanjutnya pemerintah melaksanakan dengan konsisten porogram yang telah dirancang dengan baik dalam upaya mengurangi ketimpangan,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Gedung PBNU Lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (2/1/2020).

Dalam rangka pembangunan sejatinya tidak disalahkan untuk mengundang investor. Namun, Kiai Said menilai masalah ketimpangan sosial harus menjadi prioritas.

“Silakan undang investasi, namun kurangi ketimpangan. Jangan yang kaya makin kaya, yang miskin makin terpuruk,” ujarnya.

Oleh karena itu, NU mengajak kepada pemerintah untuk memperkuat basis sosial melalui proteksi dan pembangunan jaring pengaman sosial yang produktif dan terarah. Kiai Said juga menegaskan bahwa jangan sampai ada campur tangan kelompok oligarki dalam urusan kebijakan pemerintah.

“Jangan biarkan oligarki mengorganisasi kebijakan,” katanya.

Di samping itu, aparat juga harus serius dalam menjalankan program deradikalisasi secara konseptual dan sistematis mengingat sudah kuatnya radikalismenya. Kiai Said melihat pemerintah kurang serius dalam hal ini. Pasalnya, kita masih terancam bom meledak di mana-mana.

“Laksanakan tanpa diskriminasi dan jauhkan pelaksanaan program deradikalisme dan deradikalisasi dari sekadar mengadres anggaran negara,” ujarnya.

NU, kata Kiai Said, akan selalu bersama aparat melakukan deradikalisasi. Namun, ia juga berharap agar aparat pemerintah juga serius. Tidak sekadar menghabiskan anggaran.

“Semoga di kita ini Indonesia dijaga dan dipelihara oleh Allah SWT,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Baca Juga