Opini

Sains dan Teknologi untuk Kebangkitan Peradaban

Akuratnews.com - Sebuah negara ataupun peradaban akan terlihat cemerlang dan berjaya saat sains dan teknologinya maju dan berkembang dari negara-negara lainnya.

Namun di masa kini saat Kapitalisme mengatur kehidupan dengan orientasi materialisme, arah pandang seorang saintis pun ikut bergeser dari nilainya. Banyak mereka yang meyakini bahwa yang ada di dunia hanyalah benda-benda fisik belaka, sedangkan Tuhan, malaikat, setan, surga dan neraka semua hanyalah mitos. Akibatnya, di peradaban Barat banyak saintis yang kemudian menjadi atheis (tidak percaya adanya Tuhan) atau agnostik (percaya Tuhan, tetapi tidak seperti diajarkan agama-agama).

Orang-orang yang semacam ini kelak akan menggunakan teknologi yang diciptakannya tanpa peduli nasib manusia lain. Walhasil intelektual diciptakan untuk menginovasi produk-produk, agar produk laku dijual dengan target materi. Ilmu terdedikasi hanya untuk bisnis dan industri global.
----------
Dalam peradaban Islam tidak menafikkan perkembangan sains dan teknologi. Rasulullah saw sendiri telah meletakkan pondasi infrastruktur pengembangan iptek pada kaum muslimin. Banyak contoh-contoh yang diberikan Nabi dan lalu diteruskan oleh para salafus saleh, yang menjadikan ummat Islam dalam waktu singkat bisa mengungguli iptek yang pernah dikuasai oleh bangsa manapun sebelumnya.

Berikut kerangka kuat yang menjadi landasan kejayaan teknologi dan sains :
💠 Pertama adalah pembentukan penalaran ilmiah. Sejak mula, Islam tidak menerima pendapat tanpa argumentasi rasional, siapapun yang mengucapkan.
"Kemukakan argumentasi kalian, jika kalian memang benar " (QS. An Naml :64)

💠 Kedua, Islam menolak subyektivitas emosi, sebab apapun kesimpulannya, ia berinteraksi pada hukum alam.
"Maka putuskanlah di antara manusia dengan benar dan janganlah mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah." (QS. Shad :26)

💠 Ketiga, Islam mengikis ketaatan buta tanpa landasan (taklid buta), baik itu kepada nenek moyang, pemimpin, apalagi pada orang awam.
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah". Mereka menjawab: "Kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari nenek moyang kami". Apakah mereka akan mengikuti juga, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?. (QS. Al Baqarah :170)

💠 Keempat, Islam mementingkan pengamatan empiris terhadap langit dan bumi dan segala isinya.
"di bumi itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?" (QS. Az Zariyat :20-21)

💠 Kelima, mempelajari bahasa Arab dan bahasa asing. Hal ini diutamakan untuk mempermudah dakwah dan menyampaikan risalahNya. Di sisi lain juga untuk mempermudah mempelajari sains dan teknologi yang berasal dari negara lain, kemudian menyebarkannya kepada ummat.

💠 Keenam, Mengakui metode eksperimental. Pada masa Rasulullah saw pernah terdapat kasus pencangkokan kurma yang ternyata gagal, Rasulullah bertanya: "Apa yang terjadi?". Mereka menjawab: "Baginda telah mengatakan begini dan begitu". Rasulullah bersabda: "Kalian lebih tahu urusan teknik dunia kalian". (HR Muslim).

💠 Ketujuh, Islam juga mengakui kepakaran dan memerintahkan memegang pendapat pakar dan ilmuwan. “...dan tidak ada yang dapat memberimu informasi seperti yang diberikan oleh pakarnya.” (QS. Fatir : 14). Setiap hal ada ilmunya, setiap ilmu ada pakarnya.

💠 Kedelapan, Islam secara sistemik memberantas tahayul, bid’ah dan khurafat. Seperti pada proses alam terjadinya gerhana matahari,
"Gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang tetapi keduanya adalah tanda-tanda kekuasaan Allah..." (HR Bukhari 2, 152).
-------------------
Sains dan teknologi tanpa Islam bisa saja berkembang, tetapi akan mudah disalahgunakan untuk menjajah. Umat Islam yang tidak menguasai sains dan teknologi, dan menganggap seolah-olah ibadah (mahdah) adalah segala-galanya, akan mudah dijajah baik pemikiran maupun fisiknya.

Kebangkitan peradaban yang mulia tentu ditunjang teknologi dan sains yang semua berlandaskan pada syara', sehingga membuat menjadi keberkahan dan kebaikan untuk seluruh alam dan kehidupan.

Hanya Islam yang dapat memandu ummat untuk menguasai sains dan teknologi secara benar dan sempurna, serta akan dapat membebaskan dunia dari segala bentuk penjajahan dan penghambaan selain dari Allah Azza Wajalla. Membangun peradaban yang cemerlang dan mulia.

Wallahu a'lam bisshawab

Baca Juga