Korupsi Plt BPPKAD Kabupaten Gresik

Saksi Ahli Digital Forensik Ungkap Uang Dipergunakan Sejumlah Kegiatan

Saksi ahli Digital Forensik, Heri Herlambang dari Kejagung saat memaparkan temuanya.

Sidoarjo, Akuratnews.com - Korupsi pemotongan dana insentif BPPKAD Pemkab Gresik yang menjadikan M Muchtar sebagai terdakwa kembali digelar diruang sidang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya hari Kamis (4/7). Kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik menghadirkan saksi ahli Digital Forensik Kejakgung, Heri Herlambang dalam keterangannya saksi menyatakan ada sejumlah kegiatan yang menunjukan dibiayai dari dana pemotongan insentif BPPKAD Pemkab Gresik.

Dari hasil audit saksi ahli Digital Forensik Kejagung, Heri Herlambang mengungkapkan fail dengan nama Taktis dan Taktis III menunjukan bahwa, ada sejumlah kegiatan yang dibiayai oleh dana hasil pemotongan insentif BPPKAD Pemkab Gresik.

"Nama failnya Taktis dan Taktis III,"terang, Heri Herlambang dihadapan majelis yang diketuai oleh Dede Suryaman selaku Hakim Ketua.

Sementara usai persidangan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gresik, Andrie Dwi Subianto dikonfirmasi akuratnews terkait siapa saja pejabat penerima aliran pemotongan dana insentif yang belum dihadirkan sebagai saksi menyampaikan, pejabat penerima yang belum dihadirkan sebagai saksi adalah Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto. Masih menurut Andrie, pihaknya tidak menjadikan Bupati Gresik sebagai saksi karena terbentur dengan UU yang dalam prosesnya harus melalui ijin dulu dan prosesnya lama, sedangkan pihaknya dikejar dengan waktu penahan.

"Kami tidak menjadikan Bupati sebagai saksi, karena Undang-Undang mengatakan harus melalui ijin dulu sedangkan kami dikejar waktu penahanan," terang, Kasi Pidsus Andrie Dwi Subianto.

Sebelumnya pada fakta persidangan dalam kasus korupsi pemotongan dana insentif BPPKAD Pemkab Gresik dengan terdakwa mantan Sekertaris juga Plt Kepala Badan Pendapatan Pengelolahan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik, M Muchtar terungkap bahwa aliran dan pemotongan dana insentif tersebut mengalir ke sejumlah pejabat yakni, Bupati, Wakil Bupati, Asisten I, Asisten II, Kabag Hukum, Sekda dan Staf di Pemerintah Kabupaten Gresik Jawa Timur.

Terdakwa M. Muchtar berhasil diamankan oleh tim Kejaksaan Negeri Gresik beserta Barang Bukti (BB) berupa uang tunai senilai Rp 537.152.339 yang merupakan potongan dana intestis dari jasa pungut di BKPPAD Gresik dan dijerat dengan Pasal 12 huruf e 12 huruf f Undang-undang Tipikor No 31 Tahun 1999 Jo UU No 20 tahun 2001.

Penulis: Samsul Arifin
Photographer: Samsul Arifin

Baca Juga