Sepakat! Johny Indo Dimakamkan Secara Muslim

Tangerang, Akuratnews.com - Setelah sempat beda argumen antara keluarga istri pertama Johny Indo, Stella Thia dan istri kedua, Dian Kurnila, akhirnya kini kedua belah pihak keluarga sepakat memakamkan jenazah almarhum Johny Indo secara muslim.

Hal itu disampaikan oleh perwakilan keluarga, Santa dan Kezia, cucu almarhum Johny Indo.

"Kedua belah pihak keluarga semua akhirnya memutuskan menguburkan secara muslim di (TPU) Selapajang," ujar Kezia di rumah duka, Tangerang, Banten, Minggu (26/1).

Walau begitu, jenazah almarhum tetap disemayamkan di rumah istri pertamanya, Stella Thia yang menyatu dengan gereja hingga proses pemakaman dilangsungkan. Rencananya, almarhum akan dimakamkan Senin (27/1) siang.

"Kemungkinan setelah dzuhur, nunggu dokter Eva dulu dari Surabaya," ujar Santa.

Sebelumnya, dr Eva alias Martini Luisa, anak Johny Indo berencana datang hari ini. Namun, disebabkan status tersangkanya terkait kasus MeMiles di Polda Jawa Timur, ia baru bisa berangkat besok pagi.

"Pagi sih udah ada (dokter Eva), cuma kan ada doa. Doa dan ininya nanti ngikutin arahan pak haji (yang memimpin) aja, kita ikut," pungkas Santa.

Minggu sore, jenazah Johny Indo yang awalnya sudah mengenakan pakaian kembali dimandikan dan dikafani.

Sementara itu, anak pertama Johny Indo dari istri keduanya, Muhammad Billah meragukan ayahnya kembali memeluk agama Kristen. Apalagi, kata dia, Johny pernah berwasiat minta dikuburkan secara Islam sebelum meninggal.

"Sebelum Papa sakit (hernia), Papa pernah bilang, 'Bilah kan orang susah, kalau Papa meninggal bawa Papa ke Bogor. Di sana Papa udah siapin lahan sama temen-temen (untuk makam)," kata Muhammad Billah, Minggu (26/1).

Billah pun tak percaya jika Johny Indo menyebut Yesus sebagai Tuhannya sebelum meninggal.

"Kalau ada buktinya sih (percaya). Soalnya sampai terakhir kemarin pun Papa muslim, di KTP masih muslim," sambungnya.

Johny juga sempat berpesan soal tanah kuburan yang telah disiapkan. Dia minta dimakamkan secara muslim bersama teman-teman dakwah yang tergabung paguyuban pencak silatnya.

"Secara muslim (mintanya), di daerah Leuwiliang Bogor, kan di sana juga ada paguyuban Sundawani, pencak silat, temen-temen Papa," tutupnya.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga